slamet-maarif
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif.

JAKARTA, harianpijar.com – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menghormati pendapat Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik.

“Kami menghormati pendapat orang lain, tapi kami juga meminta jangan memaksakan pendapat Anda kepada orang lain. Alquran berlaku sampai akhir zaman sesuai perkembangan zaman tersebut,” kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif kepada media, Sabtu 7 Juli 2018 malam.

Seperti diberitakan, TGB yang juga Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Bahkan, dirinya juga menegaskan Indonesia sedang dalam kondisi tidak dalam berperang.

“Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” kata Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat 6 Juli 2018 baru lalu.

Selanjutnya, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) juga mengimbau mereka yang berpolitik tidak menyebut lawan politiknya sebagai kafir. Bahkan, dirinya menyatakan semangat berpolitik adalah semangat untuk saling mengenal dan mengisi.

“Kita ini bersaudara, apakah Bapak-bapak berani mengatakan bahwa Bapak-bapak adalah yang hak dan lawan politik adalah batil seperti kafir Quraish. Ayo, siapa yang berani? Bapak berani mengatakan itu? Kalau saya tidak berani, Pak,” ujarMuhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). [elz/det]

loading...