Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin mengatakan untuk melanjutkan proses kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri, merupakan kewenangan penyidik.

“Itu kita serahkan kepada penyidik, bukan domain Polri. Mau SP3, mau tidak SP3, macam-macam, penyidik yang tentukan karena (itu) domain mereka,” kata Syafruddin kepada wartawan, saat menanggapi permintaan PA 212, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018.

Sementara sebelumnya, PA 212 menggelar aksi untuk menuntut sejumlah kasus dilanjutkan. Salah satunya terkait kasus Sukmawati Soekarnoputri, yang saat ini telah dihentikan penanganannya.

“Kedatangan kita di sini menuntut keadilan, baik itu kasus terjadi pada SP3 Sukmawati, lalu Viktor Laiskodat, Guntur Romli dan Ade Armando, Cornelis, yang sudah kita pertanyakan semua, dan memang kita juga belum bisa menerima jawaban,” kata Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabar, perwakilan massa aksi 67, setelah keluar dari kantor Bareskrim, gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Menurut Bernard Abdul Jabar, dirinya mempertanyakan SP3 kasus Sukmawati itu, karena bukti sudah cukup karena ada video dan pelapornya. Bahkan pelapor juga tidak diberi surat pemberitahuan mengenai SP3 itu.

“Dan tadi dijawab bahwa itulah SOP dari polisi seperti itu. Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi dibukakan kasusnya,” ujar Bernard Abdul Jabar.

Selanjutnya, Bernard Abdul Jabar juga menegaskan, mereka juga menanyakan kenapa kasus Viktor Laiskodat tidak diteruskan. “Karena berdasarkan UU MD3, ternyata di MK sudah digugat dan dibatalkan ternyata. Berdasarkan itu, polisi nggak lakukan itu,” tegas Bernard Abdul Jabar. [elz/det].