jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, harianpijar.com – Terkait dengan pernyataan Deputi IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo yang menyebut hasil Pilkada akan membuat peta Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 semakin jelas, mendapat kritikan dari anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasimon Djoyonegoro, dirinya menilai pernyataan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade sebagai bentuk kecemasan yang berlebihan.

Sementara, Andre Rosiade dalam pernyataannya mengkritik Deputi IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo karena menyebut hasil Pilkada akan membuat peta Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 semakin jelas.

Karena itu, dinilai pernyataan Eko Sulistyo tidak salah. Karena, masih ada kaitan antara tugas dan fungsi KSP menganalisis konteks pencapaian target-target pemerintahan selama Joko Widodo (Jokowi) memimpin.

“Secara fungsional, sudah sewajarnya jika Deputi IV KSP memberikan analisis tentang peta politik. Karena tugas KSP memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan program-program nasional, komunikasi politik dan isu-isu strategis sehingga selama masa pemerintahan program bisa sukses dan berhasil maksimal,” kata Ngasimon Djoyonegoro, saat dikonfirmasi, Jumat 29 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Ngasimon Djoyonegoro, dirinya juga menilai tidak ada larangan bagi Deputi IV mengerjakan politik. Tentu saja yang dimaksud politik di sini adalah politik untuk kepentingan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, KSP sangat berbeda dengan lembaga-lembaga kementerian lainnya. KSP secara khusus didesain bekerja untuk kepentingan presiden dan wakil presiden.

Karena itu, dirinya menilai kurang etis apabila semua pernyataan yang keluar dari lembaga-lembaga struktural atau nonstruktural di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kemudian dianggap sebagai suatu yang salah dan melanggar aturan.

Selanjutnya, Ngasimon Djoyonegoro menjelaskan, dirinya juga menganggap tujuan Partai Gerindra yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), untuk meraih simpati publik.

Namun, hal itu tidak akan mendidik masyarakat, karena itu perlu gagasan atau program-program yang mampu menandingi kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

“Itulah mengapa pihak lawan mencari-cari kesalahan pemerintahan Jokowi, sekecil apa pun, sebagai amunisi untuk mendowngrade elektabilitas Jokowi,” tandas Ngasimon Djoyonegoro. [elz/jpnn]

loading...