Hinca-Panjaitan
Hinca Panjaitan. (foto: era/ZAKIYAH)

JAKARTA, harianpijar.com – Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan Pilkada Serentak 2018 ini sebagai momen pesta demokrasi sebelum digelarnya Pilpres 2019.

Karena itu, pihaknya akan menghitung secara cermat sebelum melangkah ke pilpres berdasarkan hasil penghitungan suara di Pilkada Serentak 2018.

“Jadi kalkulasi ini akan sangat penting, malam hari ini menjadi salah satu batu ujian siapa berkoalisi dengan siapa, karena akan terlihat siapa menang di pilgub, siapa menang di kabupaten kota,” kata¬†Hinca Panjaitan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.

Menurut Hinca Panjaitan, seluruh partai politik akan menghitung dengan cermat hasil suara pilkada saat ini. Pasalnya, hasil perhitungan pilkada akan menjadi salah satu landasan untuk menghadapi pilpres.

“13 kader terbaik kami diterjunkan di 13 Pilgub. Harusnya 14 tapi kami gagal di Sumut. Parpol pun akan menghitung dengan cermat, berapa yang menang di Pilgub sekarang, berapa yang menang di kabupaten yang 115 itu dan 39 di kota,” ujarnya.

Selain itu, Hinca Panjaitan juga mengatakan Pilkada Serentak 2018 merupakan pesta demokrasi paling mulia di dunia karena ini menjadi yang ketiga kalinya dilakukan.

“Ini lebih dari 72 persen pemilih untuk pilpres terjun hari ini, jadi kalau mau disebut ini pra pilpres lah kalau melihat suasananya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan komunikasi dengan cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui telepon.

Saat keduanya berkomunikasi, pembicaraan dalam sambungan telepon tersebut diperdengarkan ke luar atau di-loudspeaker.

SBY pun tak lupa berpesan kepada mantan Menteri Sosial itu agar mengayomi dan menyayangi masyarakat Jatim usai kompetisi Pilkada Serentak 2018 selesai.

“Saya yakin itu kepribadian ibu. Tidak memisah-misahkan, rekonsiliasi dalam arti diajak bareng-bareng, ini menjadi kekuatan,” kata SBY di kantor DPP Partai Demokrat, hari ini. (ilfan/rep)

loading...