Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja.

BALI , harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menangkap seorang pria berinisial EBA alias Bayu, lantaran memiliki ratusan peluru aktif. Lain itu, penangkapan dilakukan di Jl Gandapura III E No 43 Banjar Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, sekitar pukulu 20.30 Wita pada Selasa 26 Juni 2018 malam.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja, EBA alias Bayu ditangkap oleh Tim Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali bersama tim CTOC Polda Bali bersama puluhan aparat Brimob dari Polda Bali. Namun, dirinya juga membantah jika penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada Selasa malam itu berkaitan dengan jaringan terorisme.

“Benar, ada penangkapan seorang warga berinisial EBA. Belum ada penyelidikan secara detail kalau yang bersangkutan itu terlibat jaringan terorisme. Namun yang pasti pelaku memiliki banyak amunisi dan senjata airsoft gun,” kata Hengky Widjaja saat dikonfirmasi, di Denpasar, Bali, Rabu 27 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Hengky Widjaja, penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi yang disampaikan oleh masyarakat, karena kepemilikan amunisi dalam jumlah banyak dan meresahkan.

Selain melakukan penangkapan, menurutnya polisi juga melakukan penyitaan terhadap tersangka EBA alias Bayu. Sementara, saat ini tersangka EBA alias Bayu sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Bali.

“Yang pasti, belum ada indikasi keterlibatan dengan jaringan terorisme,” tegas Hengky Widjaja.

Selanjutnya, Hengky Widjaja juga menjelaskan,  tersangka saat ini diperiksa secara intensif di Mapolda Bali. Pemeriksaan awal hanya seputar kepemilikan ratusan amunisi dan senjata laras panjang dan pendek.

Namun, walaupun belum ada kepastian dalam keterlibatan jaringan terorisme, tersangka EBA alias Bayu tetap ditangkap dan ditahan karena diduga telah melakukan tindak pidana menyimpan dan memiliki amunisi berupa peluru tajam sebagaimana dimaksud UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Sementara, kepolisian mensinyalir kepemilikan senjata dan ratusan amunisi oleh seorang awam adalah sesuatu yang di luar kebiasaan. Kalau pun mengantongi izin resmi, namun dari jenis senjata dan amunisi sangat tidak wajar dan patut diduga jika yang bersangkutan memiliki tujuan negatif dengan kepemilikan senjata dan amunisi tersebut.

Sedangkan, saat melakukan penangkapan tersebut, barang bukti yang disita dan ditahan diantanya Amunisi kaliber 5,56mm, 103 butir, Amunisi kaliber 40mm sebanyak 9 butir, Amunisi kaliber 762 mm sebanyak 9 butir, Amunisi kaliber 9 mm sebanyak 104 butir, 1 butir soft gun slug dan 1 proyektil, 1 butir kaliber 45, 1 butir kaliber 38, 20 butir peluru hampa, 7 proyektil, 135 selongsong peluru, 1 buah invinite vowder anti huru hara, 2 buah Air soft gun laras panjang dan 2 buah laras pendek, 5 buah sangkur, dan 1 buah pisau.

Bahkan, dikatakan Hengky Widjaja, semua barang bukti ini sudah dibawa ke Mapolda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Semua barang bukti yang disita sudah dibawa ke Polda dan tersangka lagi dalam pemeriksaan terkait kepemilikan barang-barang tersebut,” tandas Hengky Widjaja. [elz/med]

loading...