Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

JAKARTA, harianpijar.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mohammad Iriawan disebut sebagai biang kerok di sejumlah kasus hukum yang menyeret nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin, dirinya menduga Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mohammad Iriawan telah banyak melakukan rekayasa hingga pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu menjadi tersangka.

“Itu (Mohammad Iriawan-red) biang keroknya. Kami menduga rangkaian kasus yang dibuat oknum Pj yang menjabat sebagai Gubernur Jabar sekarang,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Selasa 26 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Novel Bamukmin, Mohammad Iriawan sosok di balik kasus chat mesum Rizieq Shihab dengan perempuan bernama Firza Husein hingga penembakan gas air mata saat melakukan aksi 4 November 2016.

“Ya kami duga beliau biang keladi chat fitnah HRS kemudian kasus 411 penembakan gas air, terlalu banyak yang beliau lakukan. Dosanya terlalu banyak,” tegas Novel Bamukmin yang juga merupakan petinggi DPP FPI ini.

Selanjutnya, Novel Bamukmin juga menjelaskan, Mohammad Iriawan juga otak di balik aksi pembacokan aktivis GNPF-MUI Hermansyah. Karena, Hermasnyah adalah pakar IT dari ITB yang sempat meragukan keaslian chat mesum yang diduga dilakukan Rizieq Shihab..

“Kami menduga itu oknum yang sering merekayasa kasus dari chatnya kemudian membacok Hermansyah jadi bukti,” jelas Novel Bamukmin.

Sementara, menurut Novel Bamukmin, dirinya sengaja menuding Mohammad Iriawan, karena mantan Kapolda Metro Jaya itu pemimpin yang menangani kasus Rizieq Shihab.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban menuntut menyelidiki sampai di mana keterlibatannya,” jelas Novel Bamukmin. [elz/jpnn]

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR