Ketua DPP Gerindra Habiburokhman.

JAKARTA, harianpijar.com – Terkait dengan penggalangan dana masyarakat oleh Partai Gerindra yang digulirkan sejak beberapa hari lalu, bertujuan memfasilitasi keinginan para simpatisan untuk terlibat dalam perjuangan Partai Gerindra.

“Masyarakat yang enggak bisa beraktivitas tapi mau sumbang, misal Rp50 ribu,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa 26 Juni 2018.

Menurut Habiburokhman, saat dirinya disinggung mengenai tudingan sejumlah pihak bahwa keuangan Partai Gerindra sedang bermasalah sehingga menempuh langkah tersebut, dirinya tak menampik. Bahkan, dirinya juga menegaskan Partai Gerindra merupakan partai kecil.

“Memang Partai Gerindra ini partainya orang kecil. Kami ini orang kecil. Kayak Habiburokhman ini orang kecil, bukannya konglomerat. Jadi Bukan kehabisan uang, memang enggak punya uang,” ujar Habiburokhman.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya meluncurkan penggalangan dana melalui akun Facebook resminya pada Jumat 22 Juni 2018 lalu. Selain itu, Prabowo juga beralasan, pengumpulan dana itu sebagai cara mencegah kemerosotan demokrasi. Karena, jika modal politik hanya dari segelintir pihak, maka nantinya politisi yang didukung itu akan terbelenggu janji politik dengan para pemodalnya.

Lebih lanjut, ditegaskan Habiburokhman, sejak diluncurkan beberapa hari lalu jumlah uang yang terkumpul dari para simpatisan mencapai sekitar Rp300 juta. Karena itu, dirinya berharap, jumlah tersebut akan terus meningkat.

“Sekarang sudah lewat Rp300juta, kalau sebulan bisa sekitar Rp3 miliar. Dua tiga bulan mungkin bisa belasan miliar, itu belum berkampanye. Kalau sudah berkampanye bisa lebih besar lagi,” tegas Habiburokhman.

Sementara, menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan penggalangan dana dilakukan Prabowo Subianto karena Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak memiliki uang yang cukup untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan, Fahri Hamzah uuga menilai Prabowo Subianto tidak memiliki sumber pemasukan selain dari bisnis pribadi.

“Prabowo itu bingung karena dia tidak berkuasa. Saya mendengar malah bisnis-bisnisnya pun seperti dihambat, akhirnya tidak punya uang. Begitu mau maju lagi, dari mana sumbernya? Tidak ada pembiayaan,” kata Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, ditegaskan Fahri Hamzah, biaya pencalonan presiden tidak murah. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, modal pencapresan minimal mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp5 triliun.

Selain itu, menurut Fahri Hamzah, dirinya juga menilai Prabowo Subianto kesulitan mengumpulkan modal karena banyak pengusaha yang takut menyumbang uangnya untuk pencapresan Prabowo Subianto. [elz/cnn]

loading...