komarudin-watubun
Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menggunakan trik playing victim. Hal tersebut, terkait pernyataan mantan Presiden itu yang menuding ada anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, dan TNI tidak netral dalam pelaksanaan pilkada serentak.

Seperti diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tudingan itu dalam konferensi pers usai kampanye pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor, Sabtu 23 Juni 2018 kemarin.

Bahkan, dalam kesempatan itu, mantan Presiden RI itu juga mengaku siap ditangkap terkait pernyataannya. Sementara, saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengungkit kekalahan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Menurut Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun, dirinya menilai era politik melodramatik ala Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berakhir. Bahkan, dirinya juga menilai cara melodramatik ala mantan Presiden RI itu sudah ketinggalan zaman.

Selanjutnya, rakyat Indonesia sudah mengetahui politik agar dikasihani model Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Publik sudah tahu bahwa Pak SBY lebih dihantui oleh cara berpikirnya sendiri atas dasar apa yang dilakukan selama jadi presiden”, ucap Komarudin Watubun, Minggu 24 Juni 2018.

Lebih lanjut, dijelaskan Komarudin Watubun, dirinya juga mengungkit kebijakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membujuk komisioner KPU dengan iming-iming tertentu sehingga banyak yang dijadikan pengurus teras pada Pilpres 2009 lalu.

“Siapa yang di belakang tim alfa, bravo dan delta yang dibentuk SBY? Warga sipilkah? Mengapa Antasari (mantan ketua KPK) dipenjara hanya karena mau mengusut IT pemilu? Siapa yang menggunakan dana APBN melalui bansos untuk keperluan pemilu? Siapa yang memanipulasi DPT tahun 2009?” jelas Komaruddin Watubun.

Karena itu, Komarudin Watubun mengatakan, dirinya berharap mantan Presiden RI itu tidak menyamakan dirinya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, dirinya juga meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih baik menyatakan siap buka-bukaan untuk Pilpres 2004 dan 2009 daripada menyalahkan Joko Widodo (Jokowi) dan aparatur negara.

“Kalau kami menggunakan alat negara, kami sudah menang mutlak di pilkada sebelumnya. Kami taat pada aturan main dan kami percaya rakyatlah yang menjadi penentu”, tandas Komarudin Watubun yang putra Papua itu. [elz/jpnn].

loading...