prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menilai tudingan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto soal proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang, ngawur.

Menurut Faizal Assegaf, sebagai tokoh sekaligus sebagai calon presiden (Capres), seharusnya Prabowo Subianto tidak melempar isu dengan analisa yang ngawur.

“Tudingan itu harus dibuktikan. Caranya, rakyat berharap Prabowo datangi KPK. Karena ini masalah serius, jangan sampai Prabowo dicap tengah menipu rakyat ” kata Faizal Assegaf dalam keterangan persnya, Jumat 25 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Faizal Assegaf, jika tidak mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rakyat akan berkesimpulan bahwa Prabowo Subianto tengah membuat isu Hoax. Karena, tudingan ini sangat fatal.

“Polemik ini bisa berakhir ketika dia (Prabowo Subianto-red) mendatangi KPK untuk menyerahkan data, jangan kemudian berkoar di media. Karena ini sangat tidak pantas,” tegas Faizal Assegaf.

Selanjutnya, Faizal Assegaf juga menjelaskan, jika Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak bisa membuktikan tudingan tersebut akan menggugurkan prestasinya di mata rakyat. Bahkan, Prabowo Subianto akan jatuh di titik paling rendah.

“Publik tidak akan mau seorang ketua umum dan calon presiden berbicara dusta. Karena ini menyangkut proyek startegis nasional,” jelas Faizal Assegaf.

Sementara sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung biaya pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang yang menurutnya terlalu mahal. Bahkan, menurutnya pembangunan LRT Palembang yang panjangnya 24 kilometer dengan biaya Rp 12 triliun itu tergolong sangat boros. [elz.jpnn]