Danick Danoko bersama kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat, 22 Juni 2018.

JAKARTA, harianpijar.com – Danick Danoko didampingi kuasa hukumnya, Aulia Fahmi kembali mendatangi Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jumat, 22 Juni 2018. Kedatangan nya ke Polda Metro Jaya membawa tiga bukti tambahan untuk pelaporannya terhadap politikus Partai Gerindra Habiburokhman yang mengklaim ada mudik neraka.

“Ada tiga bukti tambahan yang kami bawa, salah satunya foto keadaan jalan yang dianggap macet oleh Habib (Habiburokhman-red),” kata Aulia Fahmi saat dikonfirmasi, di Polda Metro Jaya, Jumat, 22 Juni 2018.

Menurut Danick Danoko, dirinya melaporkan Habiburokhman ke Polda Metro Jaya pada 20 Juni 2018,  terkait dengan perkataan ‘mudik neraka’ yang diucapkan Habiburokhman pada 13 Juni 2018. Sebelumnya,  politikus Partai Gerindra tersebut mengeluhkan terjebak antrean panjang di Pelabuhan Merak, Banten.

Sementara, kejadiannya dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Saat itu, Habiburokhman akan menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni menggunakan kapal Feri.

Namun, keadaan jalan yang digambarkan Habiburockhman tidak benar. Karena, kliennya (Danick Danoko-red) mempunyai bukti foto dan orang yang ikut merasakan jalan di waktu dan tempat yang sama, yang dikklaim dilalui Habiburokhman.

“Kami juga punya dua orang saksi, dari Lampung dan teman pelapor sendiri yang tahu kondisi jalan waktu itu,” ucap Aulia Fahmi.

Lebih lanjut, Aulia Fahmi menegaskan, Habiburokhman menganggap kemacetan terjadi setelah imsak di jalan yang dilaluinya. Namun, berdasarkan keterangan Danick Danoko dan rekannya yang juga melintas pada rentang waktu yang sama sekitar pukul 05.00 WIB, tidak ada kemacetan seperti yang dikiaskan Habiburokhman.

“Kami kembali datang atas inisiatif sendiri agar kasus ini cepat ditangani,” kata Aulia Fahmi.

Sementara, Danick Danoko juga mengatakan, laporannya ke polisi untuk mengedukasi masyarakat. Karena, jangan sampai ada orang yang mengarang cerita bohong dibiarkan.

“Marilah kita katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Saya juga enggak ada motif politik, enggak ada motif untuk menjelekkan nama seseorang,” kata Danick Danoko.

Selanjutnya, juga dijelaskan Danick Danoko, dirinya menyerahkan kasus ini ditangani polisi untuk mencari fakta sebenarnya. Karena, dirinya bersama temannya juga melalui jalan yang kondisinya disebut “mudik neraka.”

“Saya nganter temen saya. Kebetulan pas nganterin tidak ada kemacetan,” jelas Danick Danoko.

Sedangkan, menurut Aulia Fahmi, kemacetan terjadi hanya saat antrean kendaraan ke dalam kapal. “Tidak ada kemacetan (mudik neraka) yang parah seperti yang dikatakan Habiburokhman,” tandas Aulia Fahmi. (elz/temp).

SUMBERTempo
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR