KPU
Komisi Pemilihan Umum (KPU). (foto: dok. Istimewa)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan lembaga survei harus mematuhi aturan publikasi hasil hitung cepat atau quick count perolehan suara Pilkada Serentak 2018.

Menurut Komisioner KPU Viryan, hasilnya baru bisa dipublikasikan setelah pemungutan suara di daerah setempat selesai dilakukan.

“Yang pasti, lembaga survei boleh melakukan publikasi. Namun, harus sesuai jadwal dan ketentuan, yakni setelah pemungutan suara selesai. Harus patuhi itu,” kata Viryan saat dikonfirmasi, Jumat, 22 Juni 2018.

Lebih lanjut Viryan menjelaskan, pemungutan suara Pilkada 2018 akan digelar pada Rabu, 27 Juni 2018. Pemungutan suara akan dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.

Pemilih hanya diberi waktu hingga pukul 13.00 WIB untuk melakukan pencoblosan di TPS masing-masing.

“Setelah pemungutan suara selesai, hasil hitung cepat perolehan suara pilkada baru boleh dipublikasikan. Jadi setelah pukul 13.00 waktu setempat atau setelah jam 1 siang waktu setempat,” ujar Viryan.

Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2018 akan dilangsungkan pada Rabu, 27 Juni 2018, di 171 daerah, antara lain 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten. (ilfan/rep)

loading...