Prabowo-Subianto-1
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: Dok. iNews)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengaku tidak mau ikut campur dengan saran PKB yang mengusulkan Partai Gerindra mengajukan hak interpelasi lantaran sang ketua umum, Prabowo Subianto sering mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Inas Nasrullah Zubir, saran PKB bisa menjadi hiburan bagi Prabowo Subianto untuk meringankan stres jelang Pilpres 2019.

“Saran PKB tersebut bisa kita anggap hiburan untuk Prabowo dalam meringankan stres yang sedang dia alami,” ujar Inas Nasrullah Zubir seperti dilansir dari Merdeka, Jumat, 22 Juni 2018.

Inas Nasrullah Zubir beranggapan Prabowo Subianto sering mengkritik pemerintah karena diduga tengah stres berat untuk menghadapi Pilpres 2019. Menurutnya, alasan stres itu bisa saja karena logistik yang belum terpenuhi.

“Pidato Prabowo tersebut cenderung seperti orang mengigau karena sama sekali tidak benar, apalagi dengan mengatakan bahwa bangsa Indonesia sudah melenceng dari UUD 45 dan Pancasila,” kata Inas Nasrullah Zubir.

“Saya melihat bahwa igauan Prabowo ini akibat stres berat dalam menghadapi pilpres 2019 yang semakin dekat, bisa saja karena logistik yang semakin cekak, program untuk grass root,” imbuhnya.

Selain itu, Inas Nasrullah Zubir menambahkan, Prabowo Subianto juga belum memiliki koalisi besar. Terutama antara hubungan rencana koalisi dengan PAN.

“Tidak punya logistik dan koalisi yang dia harapkan segera terbentuk ternyata masih acak-acakan, apalagi Amien Rais yang dia harapkan malahan kegenitan sendiri,” tutur Inas Nasrullah Zubir.

“Kondisi-kondisi tersebut membuat dia hopeless dalam menghadapi Jokowi di Pilpres 2019,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, Fraksi Partai Gerindra bisa mengajukan hak angket atau menyatakan pendapat kepada Presiden Jokowi terkait kondisi Indonesia saat ini.

Hal itu untuk menyikapi kritikan Prabowo Subianto yang menyebut arah Indonesia telah melenceng dari konstitusi.

“Fraksi Gerindra mengajukan hak angket atau menyatakan pendapat ke DPR,” kata Jazilul Fawaid saat dihubungi salah satu media, Kamis, 21 Juni 2018. (ilfan/mer)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR