Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

SIMALUNGUN, harianpijar.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai pelaporan mahasiswa bernama Danick Danoko terkait pernyataannya soal ‘mudik neraka’ yang disampaikan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman, sudah sesuai dengan ketentuan hukum.

“Iya saya melihat bahwasanya segala sesuatu itu tatanan negara ini dari hukum ya. Kalau sesuatu memang dari hukum ya berlaku lah,” kata Budi Karya Sumadi saat dikonfirmasi, di Simalungun, Sumatera Utara, Kamis 21 Juni 2018.

Menurut Budi Karya Sumadi, segala sesuatu yang sesuai dengan ketentuan hukum tetap harus berjalan. Bahkan, dirinya juga kembali menegaskan kalau tidak ada kemacetan parah di Pelabuhan Merak saat musim mudik lebaran 2018.

“Kalau memang sesuai dengan hukum itu, ya harus berjalan. Hukum berjalan sesuai ketentuan. Lancar sekali. Dari keterangan Dirut ASDP sehari-hari itu tidak ada macet,” kata Budi Karya Sumadi.

Sementara sebelumnya,Habiburokhman dilaporkan oleh mahasiswa bernama Danick Danoko ke Polda Metro Jaya pada Rabu 20 Juni 2018. Menurut Danick Danoko, dirinya menilai Habiburokhman telah menyebarkan kebohongan dengan menyebut ‘mudik tahun ini seperti neraka’.

Lebih lanjut, Danick Danoko menegaskan, pernyataan Habiburokhman soal kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten, pada 13 Juni 2018 tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena, pada tanggal yang sama, dirinya sendiri berada di Merak dan tidak menemukan kemacetan seperti yang digambarkan Habiburokhman.

Sedangkan, Habiburokhman atas pelaporan itu, melaporkan balik Danick Danoko. Dirinya melaporkan Danick Danoko dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya datang melaporkan orang yang semalam melaporkan saya ke PMJ (Polda Metro Jaya) bahwa saya membuat pernyataan yang tidak sesuai fakta. Pencemaran nama baik ya,” kata Habiburokhman di Kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. (elz/det).

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR