Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjelaskan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus pornografi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab murni kewenangan penyidik. Namun, SP3 bukan berarti kasus Rizieq sepenuhnya ditutup.

“Sampai sekarang kan SP3 bukan harga mati. Kalau nanti ada bukti baru, nanti bisa dibuka lagi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dikonfirmasi, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Menurut Setyo Wasisto, dirinya tidak dapat memberikan alasan terkait Polri menerbitkan SP3 kasus Rizieq.

“Itu pertimbangan sangat dominan di tangan penyidik. Jadi kembali kepada penyidik,” ucap Setyo Wasisto.

Lebih lanjut, Setyo Wasisto menegaskan, hal serupa juga berlaku untuk kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Sukmawati Soekarnoputri. Lain itu, kasus Sukmawati juga bisa dibuka kembali jika ditemukan bukti baru.

Sementara, Rizieq Shihab mengklaim sudah menerima salinan asli SP3 kasus pornografi yang diusut oleh Polda Metro Jaya, Jumat, 15 Juni 2018. Selain itu, Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi memperlihatkannya melalui tayangan video.

Video tersebut diunggah melalui akun YouTube Front TV. Dalam video dengan durasi hampir sembilan menit itu, Rizieq Shihab bersama istri dan anaknya memberitahu surat sudah diterima dari pengacaranya, Sugito Atmo Pawiro.

“Pada hari Idulfitri ini, kami ingin menyampaikan satu kabar baik bagi kita semua. Alhamdullilahirabbilalamin, hari ini kami mendapat kiriman surat asli SP3 kasus chat fitnah,” kata Rizieq Shihab dalam video itu.

Sedangkan, menurut Wakapolri Komjen Syafruddin juga sudah buka suara soal terbitnya SP3 kasus yang menyeret Rizieq Shihab itu. Bahkan, dirinya juga berpendapat SP3 sah saja sebagai kewenangan penyidik.

Lebih lanjut, Syafruddin juga mengatakan, dirinya meyakini seluruh penyidik baik di Polri, Kejaksaan, maupun KPK independen dan tidak ada putusan yang dibuat-buat.

“Tidak ada pretensi apa-apa. Kepercayaan kita pada penyidik dalam kondisi kekinian sudah sangat profesional dan proporsional,” kata Syafruddin yang juga Jenderal bintang tiga ini.  (elz/met).

SUMBERMetro
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR