Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjelaskan Fraksi Partai Gerindra bisa mengajukan hak angket atau menyatakan pendapat kepada pemerintah terkait kondisi Indonesia saat ini.

Menurut Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid, hal tersebut menyikapi kritik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut arah Indonesia telah melenceng dari konstitusi.

“Fraksi Gerindra mengajukan hak angket atau menyatakan pendapat ke DPR,” kata Jazilul Fawaid saat dikonfirmasi, Kamis 21 Juni 2018.

Lebih lanjut, Jazilul Fawaid menegaskan, dirinya juga meragukan dasar kritikan Prabowo Subianto tersebut. Karena, dirinya yakin kritikan tersebut tidak akan menganggu elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden di Pemilu 2019 mendatang.

“Enggak ada pengaruh kalau cuma pidato apalagi enggak ada dasar dan faktanya,” tegas Jazilul Fawaid.

Selanjutnya, juga dijelaskan Jazilul Fawaid, Prabowo Subianto tidak cuma kali ini melempar kritik kontroversial tanpa dasar kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Contohnya, prediksi Indonesia bakal bubar pada 2030 mendatang.

“Pak Prabowo sudah biasa bikin pernyataan sensasional dan bernada fiksi,” jelas Jazilul Fawaid.

Sementara sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu 20 Juni 2018 malam. Dalam pidatonya disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Sedangkan dalam pidatonya, Prabowo Subianto menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Bahkan, Prabowo Subianto lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

“Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945,” kata Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Prabowo Subianto menilai bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini. (elz/merd).

SUMBERMerdeka
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR