Romy-dan-Cak-Imin
. (foto: dok. detik)

JAKARTA, harianpijar.com – Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Romy) dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tengah bersaing mendapatkan posisi cawapres untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Menurut Hendri Satrio, peluang Romy lebih terbuka dibanding Cak Imin.

“Memang tercium aroma persaingan di antara mereka (Romy dan Cak Imin). Keduanya sama-sama merasa dekat dengan Jokowi dengan latar belakang yang nyaris sama. Namun bila dilihat dari berbagai acara, memang Romy lebih dekat dibandingkan Cak Imin,” ujar Hendri Satrio saat dimintai tanggapan oleh salah satu media, Rabu, 20 Juni 2018.

Namun, dikatakan Hendri Satrio, masih ada nama-nama lain yang juga memiliki peluang untuk menjadi cawapres Jokowi.

Menurutnya, ada beberapa nama yang mungkin dipertimbangkan oleh Jokowi, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Tapi Jokowi tidak akan memilih cawapresnya dalam waktu dekat. Romy juga harus bersaing dengan calon lain, seperti Susi Pudjiastuti, Abraham Samad, TGB Zainul Majdi, Airlangga Hartarto, atau bahkan garis Soekarno, seperti Prananda Prabowo atau Rizki Pratama,” ungkap Hendri Satrio.

Lebih lanjut dirinya meyakini, meskipun Cak Imin tidak dipilih sebagai cawapres Jokowi, arah dukungan politik PKB akan tetap diberikan untuk Jokowi. Kalaupun tidak, ada satu alasannya, yaitu PKB bisa mengusung capres atau cawapres sendiri.

“Muhaimin ini safety player yang banyak akal, pintar membaca angin politik. Maka bila PT (presidential threshold) tetap 20 persen, PKB akan tetap bersama Jokowi, dengan catatan, koalisi parpol pendukung Jokowi saat ini tidak ada yang mengundurkan diri,” jelas Hendri Satrio. (ilfan/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR