Haul-Bung-Karno
. (foto: detik/Zaenal Effendi)

BLITAR, harianpijar.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui bahwa kepemimpinannya banyak terinspirasi dari ajaran-ajaran Presiden Soekarno (Bung Karno). Salah satunya adalah bekerja untuk rakyat.

Hal itu disampaikan Tri Rismaharini seusai mengikuti acara Haul Bung Karno di komplek Makam Bung Karno di Blitar, hari ini.

“Ini bukan mengkultuskan, tetapi banyak hal yang bisa dipetik dari ajaran beliau (Bung Karno), ini sangat menginspirasi saya, makanya saat di Unicef saya mengatakan berilah aku sepuluh pemuda maka akan saya guncang dunia, banyak orang menganggap ini sepele, padahal maknanya sangat tinggi,” ujarnya, Rabu, 20 Juni 2018.

Tri Rismaharini menambahkan, ajaran Bung Karno juga mengajarkan habluminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan habluminannas (hubungan manusia dengan manusia) yang tidak bisa dipisahkan.

Menurutnya, habluminannas itu digunakan untuk mencapai kesempurnaan manusia bisa berkomunikasi dan beribadah kepada Tuhannya yakni habluminallah.

“Soal kepemimpinan itu seperti itu. Kekuatan itu tumbuh bukan karena pribadi tetapi harus digalang bersama-sama, yang bagus katakan bagus, begitu juga sebaliknya, untuk itu saya juga siap dikritik,” kata Tri Rismaharini.

Dirinya mengatakan, begitu juga dengan Surabaya, sampai bisa mendapatkan banyak penghargaan itu karena semua komponen mendukung termasuk pengusahanya yang juga mengerti, mana yang boleh dan tidak, jadi hubungannya tidak rumit.

“Inilah yang akan dikopi oleh Gus Ipul dan Mbak Puti dalam pemberdayaan ekonomi untuk Jatim,” ungkap Tri Rismaharini.

Sementara, saat ditanya soal program sekolah gratis yang selama ini dijadikan jargon kampanyenya untuk pasangan Gus Ipul-Puti, Tri Rismaharini mengatakan jika sekolah gratis dari SD, SMP hingga SMA/SMK itu merupakan hak anak-anak.

“Ini sudah kami perjuangkan sejak dulu, makanya Gus Ipul-Puti juga seperti itu, jadi saya berjuang saat ini tidak muluk-muluk, ya soal sekolah itu terutama SMA/SMK, karena kalau hanya lulus SD dan SMP itu tidak ada gunannya, maka harus diakui haknya anak-anak yaitu pendidikan SMA/SMK gratis itu,” tandasnya. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR