Novel-Bamukmin
Novel Chaidir Hasan Bamukmin. (foto: dok. liputan6)

JAKARTA, harianpijar.com – Pihak kepolisian mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus dugaan chat porno yang menjerat pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan SP3 kasus tersebut wajar diterbitkan karena tidak memiliki cukup bukti.

“Karena emang nggak cukup bukti, semuanya itu rekayasa,” ujar Novel Bamukmin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 18 Juni 2018.

Dirinya bahkan menuding ada barter hukum di balik SP3 tersebut. Novel Bamukmin mengatakan barter itu dilakukan dengan SP3 kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri.

“Itu untuk dibarter kasus yang nyata, termasuk tindak pidana. Ini baru terbaca ternyata setelah mereka dengan licik membarter kasus Habib Rizieq dengan kasus Sukmawati yang jelas fakta hukumnya ada,” jelasnya.

Selain itu, Novel Bamukmin juga menuding kepolisian dan pemerintah memiliki kepentingan politik atas barter hukum tersebut.

“Di mana polisi udah nggak netral berperan politik sangat kental dan berpihak kepada penguasa,” kata Novel Bamukmin.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, meski ada barter hukum terhadap kasus Rizieq Shihab, hal itu tidak akan serta-merta membelokkan dukungan umat Islam ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Novel Bamukmin menegaskan, hal itu sudah harga mati.

“Kita tetap ya, kita harga mati nggak akan berkoalisi dengan kelompok pendukung penista agama itu harga mati kita. Bahwa kita ini nggak bisa kompromi dengan mereka karena ini sudah masalah akidah dan masalah syariat harga mati dan kita nggak mau berkompromi dengan mereka,” ujar Novel Bamukmin.

“Kecuali mereka taubat kembali ke jalan Allah SWT mereka ingin sejalan dan tidak kriminalisasi ulama apa yang kita aspirasikan mereka kita akan dengar, kita akan dukung,” sambungnya.

Sementara, saat disinggung apakah Rizieq Shihab, yang saat ini masih berada di Arab Saudi, akan kembali ke Indonesia setalah kasusnya di-SP3, Novel Bamukmin mengatakan hal itu belum bisa dilakukan. Sebab, masih ada 3 kasus hukum lagi yang menjerat Rizieq Shihab.

“Belum bisa (pulang), karena masih ada tiga kasus lagi belum di-SP3. Makanya saya duga 3 kasus ini akan dibarter dengan Victor Laiskodat atau Ade Armando,” kata Novel Bamukmin.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan keputusan penyidik menutup kasus chat Rizieq Shihab berawal dari adanya surat resmi dari kuasa hukum yang berisi permintaan agar kasus ini dihentikan.

Menanggapi surat tersebut, penyidik melakukan gelar perkara yang berujung pada keputusan dihentikannya kasus itu.

“Ada permintaan resmi dari pengacara untuk di-SP3, lewat surat. Setelah itu, dilakukan gelar perkara. Maka kasus tersebut dihentikan karena, menurut penyidik, kasus tersebut belum ditemukan peng-upload-nya,” ujar Brigjen Mohammad Iqbal. (nuch/det)