Hendrawan-Supratikno
Hendrawan Supratikno. (foto: detik/Ari Saputra)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebabkan kerusakan negara. Lantas apa kata PDIP menanggapi hal itu?

“Sungguh ‘malang’ nasib Jokowi. Semua dosa harus ditanggungnya, termasuk dosa yang dibuat Amien Rais di masa lalu, termasuk dosa kolektif pembiaran para politisi terhadap proses legislasi dan regulasi di masa lalu,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno seperti dilansir dari detik, Sabtu, 9 Juni 2018.

Lebih lanjut, Hendrawan Supratikno pun berbicara soal amandemen UUD 1945 pasca reformasi. Amien Rais yang menjabat sebagai Ketua MPR saat itu dinilai punya andil.

“Amien Rais adalah salah satu arsitek amandemen konstitusi yang dinilai membuat sistem ketatanegaraan kita jadi tidak keruan,” ujar Hendrawan Supratikno.

Karena itu, tudingan Amien Rais ke Jokowi soal merusak negara dianggap kurang tepat. Hendrawan Supratikno lantas mengingatkan soal nilai moralitas dari sisi spiritualitas.

“Sungguh tidak adil menghakimi Presiden dengan cara pandang yang sempit dan penuh kejengkelan seperti itu,” kata Hendrawan Supratikno.

“Untuk kita yang percaya aspek spiritualitas dalam kehidupan, mereka yang direndahkan suatu saat justru akan ditinggikan martabatnya atau dimuliakan. Sementara yang suka menghujat, suatu saat akan terjerembab dalam lembah penyesalan yang dalam. Suatu hard-landing (pendaratan yang keras),” tambahnya.

Terakhir, Hendrawan Supratikno mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal sehat dan rasionalitas dalam berpolitik. Dengan begitu, demokrasi di Indonesia, menurutnya, tidak akan berdampak buruk.

“Demokrasi tanpa rasionalitas akan berujung pada kebebasan yang membabi buta, demokrasi seolah-olah yang kelam dan gelap gulita. Bila penyesalannya ditimpakan kepada Jokowi, ini namanya ‘politik kura-kura di dalam perahu’,” ujarnya.

Baca juga: Amien Rais: Maaf Pak Jokowi, Panjenengan yang Sebabkan Kerusakan Selama Ini

Sebelumnya, Amien Rais mengatakan Presiden Jokowi telah merusak negara saat memberi ceramah di acara ‘Tausiyah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi’ di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, hari ini.

Dirinya mengatakan presiden saat ini tidak bisa lagi memikul amanat dan sumber daya alam banyak digotong ke luar negeri.

Amien Rais pun lantas menjelaskan bahwa ada teori yang disepakati oleh kaum cendekia bahwa ikan busuk dimulai dari kepala. Hal itu dirinya analogikan dengan rusaknya sebuah negara yang, menurutnya, dimulai dari pemimpin negara itu. Amien Rais mencontohkan Jokowi terkait hal itu.

“Kemudian kita juga mengetahui bahwa ada teori yang sudah disepakati kaum cendekia. Sebuah pepatah asing yang berbunyi, artinya ikan itu proses busuknya mulai dari kepala. Jadi ikan busuk bukan dari sirip, ekor, tapi kepala. Artinya, kalau sebuah kelurahan kemudian anggota masyarakat resah banyak maling, siapa yang tanggung jawab? Pak lurahnya. Kalau kecamatan tidak aman, yang dipegang kepalanya yang tanggung jawab? Pak camatnya. Kalau kota dan kabupaten tidak aman, tidak sejahtera, itu pasti yang busuk bupati atau wali kotanya. Kalau negara, itu maaf ya, Pak Jokowi, panjenengan (Anda) yang menyebabkan kerusakan selama ini,” kata Amien Rais. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR