Fadli-Zon
Fadli Zon di reuni Alumni 212, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017. (foto: detik/Mochamad Zhacky Kusumo)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Gerindra merasa optimis partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Demokrat, akan bergabung dengan koalisi keumatan yang diserukan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, dengan bergabungnya Partai Demokrat nama koalisi akan berubah menjadi koalisi keumatan dan kerakyatan.

Fadli Zon mengaku, hingga saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat untuk mewujudkan koalisi itu di 2019.

“Sangat optimis (Partai Demokrat gabung), ya pasti nanti ada waktunya lah. Koalisi keumatan kah dan kerakyatan. Koalisi keumatan dan kebangsaan,” ujar Fadli Zon di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Sabtu, 9 Juni 2018.

Dirinya menilai masih ada waktu untuk berkomunikasi meyakinkan Partai Demokrat agar ingin bergabung dengan koalisi keumatan.

Selain itu, Fadli Zon juga menepis anggapan Partai Demokrat bahwa Rizieq Shihab yang akan memimpin koalisi keumatan. Menurutnya, koalisi harus dijalankan secara bersama-sama oleh partai politik.

“Kalau komando itu pasti bersama-sama. Pak Habib Rizieq saya kira adalah seorang tokoh yang akan menjadi penasihat, ulama, yang saya kira tidak punya ambisi pribadi, tapi untuk kepentingan rakyat, kepentingan umat, kepentingan bangsa. Komandonya tentu di tangan para pemimpin koalisi sendiri di kalangan partai politik,” jelas Fadli Zon.

Sebelumnya, wacana terbentuknya koalisi kerakyatan awalnya dari Partai Demokrat yang tidak ingin bergabung dengan koalisi keumatan karena menganggap berada di bawah komando Rizieq Shihab.

Koalisi keumatan sendiri merupakan poros yang diserukan Rizieq Shihab agar Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB, serta PA 212 mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. (ilfan/kum)