Achmad-Baidowi
Achmad Baidowi. (foto: dok. tribunnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Gerindra ingin memulangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke kampung halamannya di Solo, yang dimaksudkan sebagai bentuk kekalahan di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Partai Gerindra lebih realistis terkait harapannya, terlebih sang ketua umum, Prabowo Subianto, belum pasti maju sebagai capres.

“Berharap sih boleh, tapi realistis saja. Saat ini pun belum resmi kantongi tiket pilpres karena koalisi yang dibangun belum juga resmi,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi seperti dilansir dari detik, Sabtu, 9 Juni 2018.

Lebih lanjut Achmad Baidowi mengatakan, jika akhirnya nanti terjadi rematch antara Prabowo Subianto dan Jokowi seperti di Pilpres 2014, belum tentu Prabowo Subianto yang akan keluar sebagai pemenang.

Partai Gerindra dan koalisinya disebut harus bersaing dengan kerja nyata yang telah dilakukan Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

“Karena masyarakat itu sekarang lebih melihat hasil kinerja, bukan pada wacana, apalagi klaim. Sejauh ini berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan publik kepada Jokowi cukup tinggi,” ujar Achmad Baidowi.

“Artinya, Jokowi masih disukai dan peluangnya besar untuk terpilih. Kami sendiri tak terlalu merisaukan pernyataan kawan Gerindra karena jika meladeninya hanya buang-buang energi,” tambahnya.

Selain itu, Achmad Baidowi mengatakan, PPP bersama partai koalisi pendukung Jokowi lainnya saat ini lebih memilih menjalankan mesin partai. Hal itu dilakukan agar Jokowi kembali terpilih sebagai presiden untuk periode 2019-2024.

“Lebih baik kami fokus untuk terus berjuang mensosialisasikan program-program Jokowi kepada masyarakat,” ungkap Achmad Baidowi.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan Presiden Jokowi akan dikembalikan ke kota asalnya, Solo. Pasalnya, dirinya meyakini Prabowo Subianto akan keluar sebagai pemenang di Pilpres 2019.

“Insyaallah Pak Jokowi akan kita pulangkan ke kampung ke Solo,” ujar Andre Rosiade di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Juni 2018. (nuch/det)