Amien-Rais
. (foto: detik/Yuni Ayu Amida)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini Amien Rais menyebut Jokowi merusak negara.

Awalnya, Amien Rais mengatakan 2019 Indonesia harus ganti presiden. Dirinya beralasan presiden saat ini tidak bisa lagi memikul amanat dan sumber daya alam banyak digotong ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Amien Rais saat memberi ceramah di acara ‘Tausiyah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi’ di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, hari ini.

“Saya kira semua di sini seiya sekata. Bahwa kita di tahun depan memang harus sudah mengganti presiden. Alasannya, karena tidak bisa memikul amanat, jadi utang, sudah melampaui akal sehat, kemudian juga sumber daya alam kita sebagian besar digotong ke luar negeri, sisanya baru dibagi ke rakyat miskin. Sementara minyak, gas, kayu, semua itu diabdikan ke kepentingan asing,” ujar Amien Rais, Sabtu, 9 Juni 2018.

Amien Rais pun lantas menjelaskan bahwa ada teori yang disepakati oleh kaum cendekia bahwa ikan busuk dimulai dari kepala. Hal itu dirinya analogikan dengan rusaknya sebuah negara yang, menurutnya, dimulai dari pemimpin negara itu. Amien Rais mencontohkan Jokowi terkait hal itu.

“Kemudian kita juga mengetahui bahwa ada teori yang sudah disepakati kaum cendekia. Sebuah pepatah asing yang berbunyi, artinya ikan itu proses busuknya mulai dari kepala. Jadi ikan busuk bukan dari sirip, ekor, tapi kepala. Artinya, kalau sebuah kelurahan kemudian anggota masyarakat resah banyak maling, siapa yang tanggung jawab? Pak lurahnya. Kalau kecamatan tidak aman, yang dipegang kepalanya yang tanggung jawab? Pak camatnya. Kalau kota dan kabupaten tidak aman, tidak sejahtera, itu pasti yang busuk bupati atau wali kotanya. Kalau negara, itu maaf ya, Pak Jokowi, panjenengan (Anda) yang menyebabkan kerusakan selama ini,” kata Amien Rais.

Atas dasar itu, Amien Rais mengklaim bahwa warga negara telah sepakat untuk tidak meneruskan kepemimpinan Jokowi. Tak hanya itu, dirinya pun memperkirakan Indonesia bisa hilang jika Jokowi kembali menjadi presiden.

“Jadi kita ini warga negara memang sudah sepakat. Kita tidak akan meneruskan kepemimpinan Pak Jokowi, karena kebusukan nanti makin parah. Bahkan mungkin NKRI bisa hilang kalau dia terpilih lagi,” tandasnya. (ilfan/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR