Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: dok. The Telegram)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrat masih menjajaki semua opsi baik berkoalisi dengan Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, maupun dengan membentuk poros ketiga.

Dua bulan menjelang pendaftaran capres-cawapres pada 4-10 Agustus 2018, Partai Demokrat menyebut tidak ada opsi koalisi yang tertutup.

“Ketiga opsi ini masih terbuka dan tidak ada yang tertutup,” ujar Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui pesan singkat, Kamis, 7 Juni 2018.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Partai Demokrat sudah sepakat mendukung Jokowi dengan imbalan dua kursi jabatan menteri. Namun, Ferdinand Hutahaean menepis kebenaran kabar tersebut.

“Isu yang menyatakan sudah ada deal antara Jokowi dengan SBY akan diberikan 2 kursi menteri, saya pastikan itu hoax. Tidak ada itu deal dengan siapapun. Demokrat akan bersikap pada Juli nanti pasca-pilkada,” jelasnya.

Selain itu, Ferdinand Hutahaean juga tak mau jika sikap partainya disebut terlalu oportunis seperti PKB. Karena, menurutnya, Partai Demokrat dan PKB sama sekali tidak memiliki kesamaan dalam ideologi maupun sikap politik terkait dinamika koalisi.

“Kalau bicara partai mengejar kepentingan politiknya itu wajar dan lumrah. Begitulah memang politik. Tujuan berpolitik adalah berkuasa, tujuan berkuasa adalah memakmurkan bangsa, negara dan rakyat. Ini tentu bagi partai yang punya ideologi seperti Demokrat, semua itu tercantum dalam manifes Partai Demokrat,” kata Ferdinand Hutahaean.

“Sehingga saya pikir pendapat (Demokrat dan PKB seragam) itu salah ya, beda antara Demokrat dengan PKB, tidak boleh disamakan. Sangat berbeda. Karena politik jalan tengah selalu menjadi pilihan terbaik ketika negara diambang polarisasi yang tajam seperti sekarang,” pungkasnya. (ilfan/kum)