Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

JAKARTA, harianpijar.com – Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan ada empat provinsi di Pulau Jawa, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang mengunggulkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Yunarto Wijaya, dalam survei itu Gatot Nurmantyo dianggap layak mendampingi calon presiden (Capres) inkumben Joko Widodo (Jokowi) maupun pesaingnya, Prabowo Subianto.

Bahkan, seperti survei yang digelar terhadap 800 responden di provinsi Banten. “Saat ditanya siapa tokoh yang pantas mendampingi Jokowi, sebanyak 5,5 persen responden memilih Gatot Nurmantyo, disusul Anies Baswedan 5,4 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen,” kata Yunarto Wijaya saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Yunarto Wijaya, sementara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang sudah mengajukan diri sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo (Jokowi), hanya meraih 3,3 persen suara.

Kemudian, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai cawapres, masuk lima besar dengan suara 2,5 persen.

Sementara, Yunarto Wijaya juga menjelaskan, responden di provinsi Banten juga diminta memilih sosok yang pantas mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Sedangkan, hasilnya Gatot Nurmantyo juga unggul dengan suara 11,3 persen, sedangkan Anies 9,1 persen, dan AHY 5,4 persen. “Kemudian, dibawahnya lagi ada nama Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dengan suara 2,1 persen dan mantan hakim agung, Mahfud MD dengan suara 1,8 persen,” tegas Yunarto Wijaya.

Selanjutnya, Yunarto Wijaya juga menjelaskan, survei di Jawa Barat, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo masih menempati peringkat pertama sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi) yakni 10,9 persen suara. Kemudian, AHY 8,1 persen dan Menteri Susi 3,8 persen suara, setara dengan Anies 3,8 persen. Lain itu, ada calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa yang meraih 2,3 persen suara.

Selain itu, Gatot Nurmantyo juga unggul sebagai pasangan Prabowo Subianto pilihan warga Jawa Barat dengan meraih 12,3 persen suara. Lalu disusul AHY 7,3 persen, Anies 6,7 persen, Ahmad Heryawan 4,7 persen, dan Chairul Tanjung 1,6 persen.

Di Jawa Timur, 8,9 persen suara memilih Gatot Nurmantyo sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi). Di bawahnya ada nama AHY 7,7 persen, Muhaimin 6,6 persen, Mahfud MD. 5,2 persen, serta Anies 4,5 persen.

Selanjutnya, sebagai pendamping Joko Widodo (Jokowi), Gatot Nurmantyo didukung 7,5 persen responden, lalu AHY 5,4 persen, Anies 4,7 persen, Mahfud 4,1 persen, dan Muhaimin 2,3 persen.

Sementara di Jawa Tengah, yang merupakan basis suara Joko Widodo (Jokowi). Lagi-lagi Gatot Nurmantyo unggul dengan pemilih 7,2 persen. Kemudian Mahfud 6,3 persen, Anies 5,2 persen, Muhaimin 4,8 persen, dan AHY 4,3 persen.

Sedangkan, yang memilih Gatot Nurmantyo sebagai pasangan Prabowo Subianto sebanyak 3,5 persen, Anies 2,6 persen, AHY 1,9 persen, Mahfud 1 persen, dan Muhaimin 0,6 persen.

Selain itu, dikatakan Tunarto Wijaya, survei tersebut digelar pada 23-29 Mei 2018 baru-baru ini dan  mewawancarai warga di masing-masing daerah secara acak yakni Banten 800 responden dengan margin of error 3,46 persen. “Selanjutnya, Jawa Barat 1.200 responden; Jawa Tengah 1.200; serta Jawa Timur 1.200 orang. Jabar, Jateng, dan Jatim masing-masing memiliki margin of error 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen,” tandas Yunarto Wijaya.

loading...