Jokowi-1
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: dok. detik)

JAKARTA, harianpijar.com – Budi Gunawan (BG) dan As’ad Said Ali merupakan dua tokoh berlatar belakang intelijen, yang dinilai cocok untuk menjadi bakal calon wakil presiden (Cawpares) pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

Menurut Neta S Pane, Budi Gunawan (BG) yang pernah menjadi Wakapolri dan saat ini menjabat kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sedangkan As’ad Said Ali yang kini dikenal sebagai tokoh Nahdatul Ulama (NU) pernah menjadi wakil kepala BIN.

“As’ad Said Ali masuk lagi, ini menjadi suatu fenomena menarik, dua tokoh intelijen masuk dalam bursa cawapres. Ini sangat menarik,” kata Neta S Pane.

Lebih lanjut, ditegaskan Neta S Pane, dirinya juga mendorong As’ad Said Ali untuk mendeklarasikan diri. Pasalnya, mantan wakil ketua umum PBNU itu tertinggal secara elektabilitas dibandingkan tokoh-tokoh lain.

“Jika mau maju, dia perlu sosialisasi super-cepat masuk ke bursa yang serius,” tegas Neta S Pane.

Sementara, menurut Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai As’ad Said Ali merupakan figur tepat untuk merepresentasikan Islam dan intelijen. Karena, As’ad Said Ali memiliki karakter yang cocok untuk keadaan Indonesia saat ini.

Ditegaskan Karyono Wibowo, Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya menggandeng cawapres berlatar belakang intelijen lantaran saat ini ideologi transnasional sedang meneror dunia termasuk Indonesia. Karena itu, dinilai Joko Widodo (Jokowi) butuh figur pendamping yang mampu menangkis ancaman itu.

“Justru Rusia maju karena dipimpin orang intelijen dua periode. Rusia lebih maju dan lebih stabil dan kuat setelah Rusia runtuh,” tegas Karyono Wibowo.