Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: instagram/agusyudhoyono)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrat hingga saat ini masih terus mengupayakan agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa ikut berlaga di Pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga belum menentukan arah koalisi di Pilpres 2019. Sikap yang diambil Partai Demokrat itu, dinilai hanya untuk melancarkan jalan AHY di Pilpres 2024.

Menurut pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno, Partai Demokrat sebaiknya lebih realistis dalam melihat potensi AHY di Pilpres 2019.

“Yang paling mungkin, kalau lihat kalkulasi politik realistisnya, tak bisa terus-menerus paksa AHY untuk nyapres,” ujar Adi Prayitno Seperti dilansir dari Kumparan, Rabu, 6 Juni 2018.

Lebih lanjut Adi Prayitno mengatakan, Partai Demokrat tidak perlu memaksakan AHY untuk maju di pilpres. Karena, elektabilitas AHY di sejumlah lembaga survei juga selalu berada di bawah 10 persen.

Selain itu, Partai Demokrat juga belum memiliki partai koalisi yang bisa mendukung AHY untuk maju di Pilpres 2019.

“Demokrat semacam yatim piatu yang sejauh ini belum memiliki partner koalisi yang mantap. AHY juga elektabilitasnya enggak beranjak di bawah 10 persen untuk ukuran capres,” kata Adi Prayitno.

Adi Prayitno mengatakan, jika dibandingkan dengan partai lain yang telah mengusung calon, Partai Demokrat adalah satu-satunya partai oposisi yang belum memiliki koalisi. Sehingga tidak bisa sekuat Partai Gerindra, yang memiliki teman yaitu PKS.

“Demokrat sejauh ini seperti yatim piatu tak punya partner koalisi tetap dan permanen. Beda dengan Gerindra, dia oposisi punya partner yang namanya PKS,” ucapnya.

Terakhir, Adi Prayitno mengatakan, untuk memuluskan langkah AHY di Pilpres 2024 mendatang, Partai Demokrat perlu mencari strategi lain yang tentunya bisa menguntungkan AHY dan partai.

Menurutnya, daripada mencalonkan AHY menjadi kandidat di Pilpres 2019, akan lebih realistis jika AHY diproyeksikan menjadi menteri dengan cara merapat ke koalisi Jokowi.

“Kesulitan yang akan didapat Demokrat dan AHY itu adalah ketika mengincar capres-cawapres. Kalau mungkin merapat ke Jokowi, ya paling sejumlah jabatan menteri itu power sharing, biasa,” jelas Adi Prayitno. (ilfan/kum)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR