Fadli-Zon-1
Fadli Zon. (foto: twitter/fadlizon)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Gerindra tidak ingin berpolemik lebih jauh mengenai Koalisi Keummatan. Menurut Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, nama Koalisi Keummatan hanya sebuah wacana yang dikembangkan.

“Ah ini kan wacana yang dikembangkan dengan label seperti itu,” ujar Fadli Zon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Fadli Zon mengatakan, nama ‘keummatan’ tidak akan mempengaruhi visi-misi koalisi yang ingin menyejahterakan seluruh rakyat, bukan terbatas pada umat tertentu saja.

“Kalau ini dinamakan Koalisi Keummatan atau ‘keummatan’ dan kerakyatan ya saya kira wajar saja, karena koalisinya untuk kepentingan umat dan rakyat sepenuhnya,” ucap Fadli Zon.

Dirinya menambahkan, sejauh ini koalisi antara Partai Gerindra, PAN, dan PKS memang sudah berjalan. Bahkan, dikatakan Fadli Zon, tanpa embel-embel ‘keummatan’ pun koalisi tersebut tetap akan berjalan.

“Sejauh ini saya kira kalau Gerindra, PAN, PKS sudah cukup banyak melakukan koalisi di pilkada, tinggal bagaimana menghadapi pilpres,” katanya.

Menurut Fadli Zon, koalisi itu nantinya juga akan terus berkembang. Dirinya mengatakan, selain ada PBB, yang disebut di dalamnya, koalisi tersebut akan bertambah dengan dua partai politik besar.

“Mungkin, sangat mungkin (bertambah partai politik lain), seperti dengan Partai Demokrat dan PKB,” tutur Fadli Zon.

Seperti diketahui, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mendorong empat partai politik, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB, untuk membentuk Koalisi Keummatan di Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Rizieq Shihab saat bertemu dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais setelah ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi. (ilfan/det)