Sandiaga-Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (foto: dok. metrotvnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku saat dirinya menyampaikan pernyataan yang menyamakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, bukan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta melainkan sebagai politikus Partai Gerindra.

Sementara diketahui, ucapan tersebut mendapat kritikan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Karena itu, kritikan itu juga menjadi catatan khusus untuk orang nomor dua di DKI Jakarta ini.

“Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiago Uno dikaitkan Pak Jokowi dan mantan PM Malaysia,” kata Tjahjo Kumolo, Senin, 28 Mei 2018 lalu.

Menurut Sandiaga Uno, apakah sistem di Indonesia memperbolehkan seorang pejabat tinggi negara dan pemerintahan yang berasal dari pertugas partai tak memiliki hak untuk mengutarakan pendapat politik yang bersebrangan. Karena itu, harus ada aturan yang jelas mengenai hal tersebut.

“Saya juga petugas partai kan. Apakah saya tidak diperbolehkan sama sekali mengutarakan pendapat. Nah ini mesti dipikirkan matang-matang,” kata Sandi Uno saat dikonfirmasi, di Balai Kota Jakarta, di Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Sandiaga Uno, dirinya juga menanyakan posisi presiden, apakah Joko Widodo (Jokowi) saat ini murni menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara atau ada agenda selipan kampanye di sela-sela tugas. Hal ini mengingat nuansa kontestasi politik menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai terasa.

“Kalau Presiden itu sekarang menjalankan tugas, apakah dia (juga sekaligus) berkampanye sebagai calon presiden yang diusung partai. Apa dia berkampanye sebagai presiden yang lagi dalam pekerjaan. Nah ini yang menjadi pertanyaan dan self criticism buat kita semua,” tegas Sandiaga Uno yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Sementara sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambungkan pernyataan orang nomor dua di DKI Jakarta itu. Menurut Tjahjo Kumolo, pernyataan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sangat tidak etis.

“Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiago Uno dikaitkan Pak Jokowi dan mantan PM Malaysia,” kata Tjahjo Kumolo, Senin, 28 Mei 2018 lalu.

loading...