Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: MI/Mohamad Irfan)

JAKARTA, harianpijar.com – Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta Persaudaraan Alumni (PA) 212 memecat Amien Rais dari jabatan Ketua Dewan Pembina.

Menanggapi soal itu, Wasekjen PAN Surya Imam Wahyudi menilai Ali Mochtar Ngabalin hanya mencari sensasi dan ingin cari muka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena, menurutnya, sejak masuk KSP ucapan-ucapan Ali Mochtar Ngabalin tidak terukur dan tidak berbobot, bahkan cenderung konfrontatif ketimbang komunikatif.

Justru cara dan gaya komunikasi Ali Mochtar Ngabalin itu lah yang akan merugikan citra Presiden dan menjauhkannya dari umat.

Selain itu, Surya Imam Wahyudi menilai Ali Mochtar Ngabalin merupakan sosok yang dahulunya gemar mengkritik Presiden Jokowi, perubahan posisi Ali Mochtar Ngabalin saat ini justru menjadi lelucon politik.

“Saya kira yang bersangkutan sedang over acting dan menjadikan pak Amien sebagai bahan untuk mencari sensasi. Tapi saya kira wajar karena dia baru masuk lingkungan istana dan ingin disorot,” ujar Surya Imam Wahyudi dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Juni 2018.

“Sangat disayangkan ia tidak menyadari bahwa image Presiden justru terciderai oleh retorika negatifnya,” lanjutnya.

Sedangkan terkait PA 212, Surya Imam Wahyudi meminta sebaiknya Ali Mochtar Ngabalin bisa membedakan mana urusan politik, pribadi, dan agama.

Menurutnya, Amien Rais mengkritik pemerintah merupakan hak sebagai warga negara yang tercantum dalam UUD 1945.

“Jadi saya kira tidak ada hubungannya ya antara sikap pak Amien terhadap posisi beliau di PA 212 dan Ngabalin seharusnya ngerti itu,” ujar Surya Imam Wahyudi.

“Lagi pula siapa Ngabalin mau intervensi PA 212? Keterlibatannya di saat 212 lalu, juga tidak signifikan,” tandasnya. (ilfan/mer)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR