hendrawan-supratikno-pdip
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno.

JAKARTA, harianpijar.com – Isu rencana pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, memang sudah lama terdengar.

Menurut Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno, dirinya sudah mendengar lama soal adanya rencana pertemuan tersebut. Bahkan, PDIP mendukung pertemuan tersebut dilangsungkan.

“Saya dengar hal tersebut sudah lama. Tinggal tunggu waktu yang cocok, dan rangkaian kunjungan yang direcanakan,” kata Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Kamis 31 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Hendrawan Supratikno, tipikal Amien Rais memang susah ditebak. Dulu, Amien juga disebut kerap mengkritik rezim Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Namun, keduanya tiba-tiba melakukan pertemuan di Bandara Halim Perdanakusumah dan berdamai.

Sementara, peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 2007 silam itu memang sempat menyita perhatian publik. Karena, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Amien Rais saat itu sempat silang pendapat secara frontal soal dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) serta dana dari Washington. Namun, usai pertemuan di Bandara Halim, keduanya saling bermaafan dan mengakui silang pendapat keduanya bersifat politis.

Karena itu, bisa saja pertemuan Amien Rais dan Joko Widodo (Jokowi) dilakukan di rumah pribadi, saat shalat berjamaah atau saat seminar maupun muktamar.

“Dulu pak Amien ketemu SBY di Bandara. Pak Amien itu orang yang aneh, susah ditebak tapi pada dasarnya rasional. Beliau lulusan Universitas Chicago yang terkenal. Suka melakukan hal-hal yang kurang lazim. Kadang-kadang out of the box, bahkan out of orbit,” tegas Hendrawan Supratikno.

Selanjutnya, Hendrawan Supratikno menjelaskan, dirinya juga menekankan bahwa partainya akan tetap mendukung komunikasi politik horizontal – lateral dengan semua pihak, termasuk dengan Amien Rais. Bahkan, partai PDIP saat ini terus berusaha melembagakan dan membudayakan politik persaudaraan dan politik gotong royong.

“Komitmen kolektif kita adalah membangun keadaban politik yang maju dan inklusif,” jelas Hendrawan Supratikno.

Selain itu, dikatakan Hendrawan Supratikno, dirinya belum mau terburu-buru menyimpulkan pernyataan Amien Rais yang mengungkit pertemuan dengan Joko Widodo (Jokowi) memiliki indikasi akan adanya koalisi di Pilpres 2019 atau melunaknya sikap Amien Rais ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, sikap Amien Rais yang mau bertemu Joko Widodo (Jokowi) bisa diartikan jika mantan Ketua MPR itu tetap berusaha menjaga kesadaran dan rasionalitas kebangsaannya di tengah kritik yang dilontarkannya pada pemerintah.

“Di tengah kritiknya, Pak Amien berusaha menjaga kesadaran dan rasionallitas kebangsaan. Jangan buat kesimpulan yang tergesa-gesa. Biar semua berjalan wajar-wajar saja,” kata Hendrawan Supratikno.

Sebelumnya diketahui, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengklaim ada sejumlah pihak yang berupaya mempertemukan dirinya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, dirinya siap kalau memang Joko Widodo (Jokowi) ingin bertemu.

“Saya enggak perlu sebut nama-nama siapa, memang sebulan terakhir ada yang berusaha pertemukan saya dengan Pak Jokowi,” kata Amien Rais saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu 30 Mei 2018.

Tetapi, ditegaskan Amien Rais, dirinya tidak ingin yang datang ke Istana Negara. Karena, dirinya khawatir hal itu akan menjadi isu bahwa dirinya menyambangi Istana karena ada kepentingan politik tertentu. Bahkan, dirinya menginginkan pertemuan itu dilakukan di kediamannya di Yogyakarta.

“Kalau diundang, saya nggak mau ya. Nanti dijungkirbalikan, Amien Rais sudah sowan ke istana, dapat apa dia. Saya enggak mau. (Jokowi) Datanglah ke Amien Rais, rakyat biasa, enggak ada masalah,” kata Amien Rais.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR