Terdakwa kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa kecewa dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, pada Rabu 30 Mei 2018 kemarin, terhadap terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu, majelis hakim harus mempertimbangkan detailnya, aspek sosial, dampak-dampak dari tudingannya, yang tidak berdasar tersebut. Karena itu, majelis hakim jangan hanya melihat persoalan kasus Alfian Tanjung tersebut dari hukum saja.

“Sebab apapun putusan itu nantinya seakan-akan pernyataan, tudingan, saudara Alfian menjadi seakan dianggap benar. Tudingan itu akan berimplikasi sosial dan dampak negatif lainnya,” kata Masinton Pasaribu saat dikonfirmasi, di Kompleks Parlemen, Rabu 30 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Masinton Pasaribu, padahal Alfian Tanjung dilaporkan atas tudingan yang tidak berdasar. Walaupun itu hanya menjiplak atau copy paste, tapi Alfian Tanjug meng-copy dari sumbernya tidak benar.

Kemudian, informasi yang disampaikannya tidak benar dan itu harus menjadi pertimbangan hakim. Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar jaksa penuntut umum (JPU) untuk segara melakukan banding atas vonis bebas Alfian Tanjung.

“Menurut kami itu harus diupayakan banding. Pengadilan tingkat pertama ini kan hakim memutuskan dengan menggunakan kacamata kuda. Dia hanya memutus dari satu sisi saja, tidak melihat sisi lain dalam hakim mengambil pertimbangan putusannya,” tegas Masinton Pasaribu yang jug anggota Komisi III DPR itu.

Sebelumnya diketahui, Alfian Tanjung dituntut melanggar pasal 29 ayat (2) UU 11/2008 tentang ITE dengan tuntutan tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta. Lain itu, dalam cuitan Alfian Tanjung yang menuding kader PDI Perjuangan sebagai PKI dinilai provokatif dan membangkitkan kebencian yang dapat mengubah persepsi publik.

Sementara, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, pada Rabu 30 Mei 2018 kemarin, menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung. Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat perbuatan Alfian dinyatakan tidak termasuk dalam tindak pidana menebar ujaran kebencian melalui media sosial. Itu karena terdakwa hanya copy-paste dari salah media untuk di-posting akun media sosialnya.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR