Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

JAKARTA, harianpijar.com – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengatakan saat ini dirinya belum dapat pulang ke Indonesia. Bahkan, jika dirinya pulang sekarang, bisa memicu perpecahan antarkelompok.

Menurut Rizieq Shihab, saat ini bukan waktu yang tepat. Karena itu, dirinya tetap memilih berada di Arab Saudi dan bisa tetap berjuang melalui jalur konstitusional.

“Saya pikir kalau kita tidak tepat waktu, nanti bisa terjadi bentrok antardua kelompok anak bangsa ini dan ini bisa mengantarkan kepada pertumpahan darah,” kata Rizieq Shihab dalam sebuah video, seperti dikutif CNNIndonesia, Senin 28 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Rizieq Shihab, saat ini perjuangan Islam melalui langkah konstitusional masih sangat terbuka lebar. Karena itu, dirinya tidak ingin kepulangannya justru malah membawa perpecahan bangsa dan merusak perjuangan itu.

“Selama pintu konstitusional masih terbuka kenapa harus ada pertumpahan darah selama pintu dialog dan musyawarah masih terbuka kenapa harus mengorbankan anak bangsa. Jadi jangan sekali-kali berpikir untuk menumpahkan darah memecah belah dari persatuan bangsa kita selama jalan konstitusional masih terbuka lebar,” tegas Rizieq Shihab.

Selanjutnya, Rizieq Shihab juga menejelaskan, kepergiannya ke Arab Saudi merupakan salah satu risiko yang harus ditempuh atas nama perjuangan Islam. Karena, selama dirinya berada di Indonesia rentetan ancaman dan teror berada di sekelilingnya dan umatnya.

Misalnya, teror oleh tembakan sniper saat tertidur, kepungan pasukan Brigade Mobil (Brimob) di pesantrennya dengan alasan bagian dari latihan.

Selain itu, dikataka Rizieq Shihab, kepergiannya ke luar negeri juga sebagai upaya agar umat dijauhkan dari fitnah. Sementara, sebelum pergi Rizieq Shihab tengah menghadapi beberapa kasus seperti kasus percakapan mesum, penodaan agama dan penghinaan terhadap Pancasila yang sudah dihentikan kasusnya.

Sementara, jika dirinya tunduk dan memenuhi panggilan kepolisian kemudian ditahan di Mako Brimob, dirinya tidak akan bisa menjawab tudingan-tudingan dan pernyataan-pernyataan yang dilayangkan pemerintah.

“Tapi dengan saya keluar dari Indonesia, saya di sini, apapun pernyataan yang mereka buat saya bisa jawab, saya bisa bantah, saya bisa klarifikasi, saya bisa luruskan, sehingga mereka tidak bisa seenaknya untuk menyebar fitnah dan rekayasa,” ucap Rizieq Shihab.

Sementara, menurut Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana membenarkan video Rizieq Shihab dan video tersebut merupakan video lama.

Selanjutnya, dirinya memperkirakan video tersebut dibuat sekitar Juli 2017, di Mekkah, Arab Saudi, saat sejumlah jamaah umrah menyambangi Rizieq Shihab dan meminta informasi kepadanya.

“Iya benar habib cerita begitu, masa habib bohong,” kata Eggi Sudjana saat dihubungi, Selasa 28 Mei 2018.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR