Terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman.

JAKARTA, harianpijar.com – Terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman hari ini Jumat 25 Mei 2018, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Akhmad Janini rencananya akan digelar pukul 08.30 WIB ini, terdakwa Aman Abdurrahman yang dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), akan membacakan nota pembelaan atau pledoi.

“Pledoi dua-duanya sudah siap dibacakan,” kata kuasa hukum Aman Abdurrahman, Asrudin Hatjani, saat dikonfirmasi media, Jumat 25 Mei 2018.

Menurut Asrudin Hatjani, salah satu pleidoi yang akan dibacakan adalah secarik kertas yang dikeluarkan Aman Abdurrahman saat sidang tuntutan pekan lalu. Namun, dirinya enggan menjelaskan poin-poin apa saja dalam pembelaan Aman Abdurrahman.

“Iya (secarik kertas),” ucap Asrudin Hatjani.

Sementara, dalam sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JOU) menyatakan Aman Abdurrahman melanggar Pasal 14 jo 6 dan Pasal 14 jo 7 UU No 15/2003. Perbuatan Aman Abdurrahman juga menghilangkan nyawa anak dalam peristiwa bom Samarinda. Bahkan, Aman Abdurrahman juga dituntut vonis mati oleh jaksa.

Selanjutnya, perbuatan terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman dianggap oleh jaksa penuntut umum (JPU) tergolong sadis. Karena, Aman Abdurrahman melalui JAD menggerakkan aksi bom Gereja Oikumene di Samarinda, bom Thamrin, bom Kampung Melayu, serta penembakan polisi di Sumatera Utara dan Bima.

Bahkan, sebelumnya terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman, juga pernah dipenjara 9 tahun di kasus pelatihan teroris di Aceh.