Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: google images/screenshot YouTube)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat tweet soal terorisme dan pembahasan RUU Antiterorisme di akun Twitter miliknya.

Dalam tweet-nya, SBY mengungkit sikap seorang politikus yang disebutnya asal bunyi menuding bahwa terorisme di saat pemerintahannya hanyalah pengalihan isu. Total ada 8 tweet dari SBY terkait terorisme dan pembahasan RUU Antiterorisme.

“Serangan teroris beberapa saat lalu nyata. Saya tak latah berkata ‘ini pengalihan isu’, seperti tuduhan sejumlah politisi kepada saya dulu yang ‘ASBUN’,” tulis SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, Rabu, 23 Mei 2018. Seperti diketahui, ‘Asbun’ identik dengan akronim dari asal bunyi.

Sementara di tweet kedua dan ketiganya, SBY mengaku mendukung RUU Antiterorisme agar pemberantasan terorisme dapat lebih efektif ke depannya. SBY juga memuji definisi terorisme yang diajukan pemerintah.

“Tajam, fokus & relevan. Jangan seperti rumusan ‘subversi’ yg melebar ke mana-mana,” tulis SBY.

Lebih lanjut, di 4 tweet lainnya, SBY menyebut aparat keamanan dan penegak hukum memang harus memiliki kewenangan yang cukup agar dapat mendeteksi, mencegah, dan menggagalkan aksi terorisme.

“Kewenangan utk menyadap & menahan terduga teroris harus tepat & benar. Jangan disalahgunakan. Jangan rakyat malah merasa ‘diteror’,” lanjut SBY.

“Kerja sama & sinergi antara aparat intelijen, kepolisian & koter TNI harus baik & efektif. Hindarkan ego masing-masing. Semuanya penting.”

“Menghadapi terorisme kita harus bersatu & miliki ‘mindset’ yg sama. Pihak pemerintah & oposisi juga harus memiliki sikap yg sama.”

“Ke depan, intelijen, kepolisian & koter TNI harus makin awas, bisa deteksi & gagalkan aksi teror. Itu tugas utama. Ini harapan rakyat,” tandasnya. (ilfan/det)