Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris.

JAKARTA, harianpijar.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapatkan kritikan terkait rangkaian aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini. Bahkan, program deradikalisasi dianggap gagal saat aksi teror terjadi.

Menuut Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris,dirinya menilai banyak pihak yang belum paham cara kerja deradikalisasi. Sehingga, ketika aksi teror pecah langsung cepat menyimpulkan deradikalisasi dianggap gagal.

“Karena deradikalisasi jalan terus. Dan yang menyimpulkan (gagal) itu belum paham. Mudah-mudahan bukan tidak mau paham atau sok tahu,” kata Irfan Idris saat dikonfirmasi media, Kamis 17 Mei 2018.

Lebih lanjut, Irfan Idris menegaskan, mengubah ideologi seseorang tidak semudah membalikan telapak tangan. Bahkan, deradikalisasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Selanjutnya, dijelaskan Irfan Idris, memerangi ideologi radikal lebih sulit dibandingkan memerangi aksi teror itu sendiri. Apalagi usia BNPT tergolong masih muda dan berdiri sejak 2011.

“Silabus, SOP, pedoman, kurikulum, blue print semua sudah kita siapkan. Itu yang tidak dikenali. Orang¬† tidak sabar melihat deradikalisasi ini dan pada sebuah kesimpulan deradikalisasi ini gagal,” jelas Irfan Idris.

Sementara, menurut Irfan idris, sejak tahun 2012 sebanyak 432 narapidana terorisme mengikuti program deradikalisasi. Namun, kendalanya tidak semua narapidana teroris koperatif saat dideradikalisasi.

“Seperti Abu Bakar Baasyir dan Aman Abdurahman itu tentu tidak mengikuti program. Tetapi strategi kita, diamnya (Abu Bakar dan Amman) saja sudah keuntungan bagi kita,” ucap Irfan Idris.

Kemudian, dikatakan Irfan Idris, tak sedikit juga narapidana teroris yang berhasil dideradikalisasi. Bahkan ada narapidana teroris yang meninggalkan ideologi radikal, padahal dirinya telah divonis hukuman seumur hidup.

“(Dia) sangat mensupport program ini. Dan membongkar jaringannya. Dan ini bukti keseriusan mereka dan ini menyatakan bahwasanya dia berubah,” kata Irfan Idris.

Karena itu, dikatakan Irfan Idris, dirinya mengkritisi pihak-pihak yang menganggap deradikalisasi gagal karena tidak paham cara kerja deradikalisasi, hal ini menjadi penyemangat bagi BNPT untuk terus memperbaiki program deradikalisasi.

“Kalau tidak paham program itu, dia ngomong itu wajar. Kita menjadi tertantang saya senang. Tetapi jangan terlalu banyak orang seperti itu. Karena pernyataan seperti itu yang paling senang adalah teroris,” tandas Irfan Idris.

SUMBERMetro
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR