Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto.

JAKARTA, harianpijar.com – Cuitan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kebijakan subsidi dan harga BBM, merupakan respons atas kritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sudut pandang yang keliru dan tanpa landasan, argumentasi, serta pertimbangan yang utuh tentang kebijakan pemimpin sebelumnya. Bahkan, sikap seperti itu menimbulkan mispersepsi dan menyesatkan.

Selain itu, situasi dan kondisi menyebabkan ada kebijakan yang berbeda. Karena, setiap kebijakan didasarkan kepada analisis, kajian, dan pertimbangan yang mendalam dengan tetap menghitung risiko yang mungkin terjadi.

“Tidak bijak membandingkan apple to apple tanpa disertakan latar belakang, kajian dan fakta yang melatarbelakangi karena pasti berbeda situasinya,” kata Didik Mukrianto, Rabu 16 Mei 2018.

Lebih lanjut, Didik Mukrianto menegaskan, sebagai negarawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya tidak menyalahkan pemimpin sebelumnya ketika negara dilanda krisis.

“Apakah keteladanan pemimpin bangsa tidak diperlukan? Apakah negara ini hanya bisa dikelola sendiri tanpa fondasi yang dibangun oleh pemerintah era sebelumnya? Tentu ini anggapan dan persepsi yang sangat salah kaprah,” tegas Didik Mukrianto yang juga anggota Komisi III DPR RI itu.

Selanjutnya, juga dijelaskan Didik Mukrianto, pengelolaan BBM pada zaman SBY dan Jokowi sangat berbeda. Karena, SBY pernah membuat kebijakan saat harga minyak dunia mencapai USD 120.

“Itu pun ekonomi tetap tumbuh rata-rata enam persen. Kalau sekarang, kan, hanya sekitar USD 75,” jelas Didik Mukrianto.

Kemudian, Didik Mukrianto juga mengatakan, dirinya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak membanding-bandingkan kebijakan pada eranya dengan zaman SBY. Bahkan, dirinya berharap pemerintah fokus menghadapi dan menyelesaikan persoalan bangsa secara progresif dan tidak membangun opini yang tak mendidik.

“Dengan membuat opini yang menyudutkan dan memersepsikan era sebelumnya, dapat dipastikan akan semakin memperlihatkan ketidakmampuan mencari solusi konkret yang dihadapi,” tandas Didik Mukrianto yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR