Ahmad-Muzani
Ahmad Muzani. (foto: dok. mpr)

harianpijar.com – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyatakan dukungan atas pembahasan revisi Undang-Undang nomor 5 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, untuk segera dirampungkan.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, dirinya mendapatkan informasi terkait pembahasan RUU Tindak Pidana Terorisme sudah mencapai tahap akhir.

“Saya kira dari sisi kami Gerindra enggak ada masalah,” ujar Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Lebih lanjut Ahmad Muzani meyakini pembahasan RUU tersebut akan segera selesai di masa sidang mendatang. Karena, menurutnya, pemerintah bersama DPR telah menyepakati beberapa pasal krusial.

Pasal krusial yang disebut masih berkepanjangan dibahas yakni terkait pendefinisian terorisme. Namun, Ahmad Muzani menyebut substansi pasal soal definisi sebenarnya sudah mengerucut.

“Tidak ada problem substansial lagi karena seluruh pasal-pasal sudah disetujui tinggal definisi saja. Definisi pun sudah mengerucut apakah satu frasa masuk dalam definisi utuh atau satu frasa masuk dalam penjelasan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Menkumham Yasonna Laoly sebelumnya memastikan bahwa pemerintah akan mempercepat pembahasan RUU Antiterorisme bersama DPR dalam masa sidang yang akan digelar pada 18 Mei 2018 mendatang.

“Nanti pembukaan masa sidang langsung kita tancap gas,” katanya.

Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah telah setuju dengan DPR mengenai RUU tersebut. Bahkan, menurutnya, draf yang diajukan pemerintah tinggal dibahas dalam sidang di DPR dan tak ada lagi perbedaan.

Di sisi lain, Menko Polhukan Wiranto menyebut ada dua poin yang selama ini membuat pembahasan RUU Terorisme berjalan alot, yaitu soal definisi terorisme dan pelibatan TNI dalam memberantas teroris. (adit/mer)

loading...