aman-abdurrahaman
Tersangka kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan berencana akan menambah personel untuk menjaga sidang perkara terorisme dengan terdakwa Aman Abdurrahman dengan agenda pembacaan tuntutan pada Jumat 18 Mei 2018 mendatang. Namun, Purwanta tidak merinci secara detail jumlah pasukan yang akan diterjunkan dan antisipasi serangan atau teror bom.

“Kemungkinan (penjagaan sidang Aman Abdurrahman) kami bikin sistem eskalasi. Kami koordinasi dengan Pengadilan dan melihat perkembangan juga,”kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta, saat dikonfirmasi, Selasa, 15 Mei 2018.

Menurut Purwanta, sistem eskalasi yang dimaksud terbagi tiga, yaitu Ring (lingkaran-red) 1, 2, dan 3. Ring 1 berada di sekeliling ruangan sidang, Ring 2 di halaman PN Jakarta Selatan, dan Ring 3 di luar halaman PN Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, ditegaskan Purwanta, sebelum terjadinya kerusuhan narapidana teroris di Rutan Mako Brimob dan teror bom di tiga gereja di Surabaya, penjagaan sidang Aman Abdurrahman hanya terpusat di Ring 1.

Selain itu, terdakwa Aman Abdurrahman adalah Imam Jemaah Ansharud Daulah (JAD) yang anak buahnya melakukan serangan bom di di tiga gereja di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018 baru lalu.

“Yang melakukan pengeboman di tiga gerja di Surabaya itu, anak buahnya dan Aman Abdurrahman adalah Imam Jemaah Ansharud Daulah (JAD),” tegas Purwanta.

Sementara diketahu, Aman Abdurrahman dikenal sebagai tokoh ISIS di Indonesia dan saat ini dirinya ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat. Sedangkan, kerusuhan di Rutan Mako Brimob pada pekan lalu yang menyebabkan lima polisi dan seorang narapidana terorisme tewas juga dipicu anggota JAD, yakni Wawan Kurniawan.

Namun, tiga hari sebelum sidang kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob,  hasil pengusutan sementara Aman Abdurrahman tidak terlibat.

Selain itu, sidang pembacaan tuntutan akan digelar pada Jumat 11 Mei 2018 lalu, di PN Jakarta Selatan. Namun, sidang diundur karena dua alasan, pertama jaksa belum menyelesaikan berkas tuntutan dan kedua jaksa tidak bisa menghadirkan terdakwa.

Sementara, menurut Kepala Humas PN Jakarta Selatan Achmad Guntur, pihaknya mendukung rencana pengetatan penjagaan keamanan pada saat sidang Aman Abdurrahman nanti. “Hari ini saja pengamanan lebih ditingkatkan di PN,” kata Achmad Guntur lewat pesan singkat.

SUMBERTempo
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR