Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, harianpijar.com – Terkait insiden teror bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu 13 Mei 2018 baru lalu, yang banyak memakan korban dan menimbulkan keresahan di masyarakat, pemerintah tidak merasa kecolongan soal teroris.

Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pemerintah tak merasa kecolongan soal teroris. Namun, serangan kelompok semacam itu memang tak bisa diduga, contohnya seperti di Amerika Serikat.

“Enggak (kecolongan). Sekarang negara yang paling hebat Amerika aja WTC bisa kecolongan. Prancis juga intelejennya hebat, kemarin ada bom,” kata Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi, di kantornya, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Tjahjo Kumolo, tak ada yang bisa menduga satu keluarga di Surabaya mendadak melakukan serangan. Bahkan, pemerintah sudah seoptimal mungkin melakukan langkah pencegahan.

“Ini kan di benak otak, siapa yang mengira satu keluarga kan enggak masuk akal,” tegas Tjahjo Kumolo.

Sementara, menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, pemerintah tak kecolongan soal hal ini. Karena, para teroris memang bergerak diam-diam. Bahkan, menurutnya ada perintah dari Kabul, Afghanistan terkait hal ini.

“Dalam perintah dari Kabul, para teroris yang pulang itu diperintahkan memindahkam Marawi (Filipina) ke Indonesia,” kata Ryamizard Ryacudu.

loading...