setyo-wasisto-polri
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

JAKARTA, harianpijar.com – Tertangkapnya kembali Aman Abdurrahman dan harus menjalani proses persidangan dalam kasus terorisme, membangkitkan sel-sel teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga ingin balas dendam.

“Ini gerakan balas dendam karena Aman ditangkap kembali,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat dikonfirmasi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin 14 Mei 2018.

Menurut Setyo Wasisto, bulan lalu Aman Abdurrahman dipidana penjara terkait pelatihan militer di Aceh dan masa hukumannya sudah selesai. Namun, polisi kembali menetapkan dia sebagai tersangka dalam kasus bom di Thamrin, Jakarta pada 2016 silam. Bahkan, Aman Abdurrahman diduga mendanai dan memerintahkan aksi teror bom tersebut.

“Ini lah yang menjadi trigger mereka ingin balas dendam. Kenapa polisi disasar. Karena polsi yang paling menghambat gerakan mereka,” ucap Setyo Wasisto.

Lebih lanjut, ditegaskan Setyo Wasisto, diduga para sel-sel teroris itu berkomunikasi dengan Aman Abdurrahman. “Mereka kan komunikasi semua. Kayak si Dita dan Anton sempat kommunikasi,” tegas Setyo Wasisto..

Sementara, Setya Wasisto juga mengatakan, Aman Abdurrahman seharusnya menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat 11 Mei 2018 kemarin. Namun, karena adanya kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Selasa hingga Kamis, sidang tersebut pun ditunda

Sedangkan, dalam kasus ini Aman Abdurrahman alias Oman didakwa menggerakan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia termasuk Bom Thamrin 2016. Bahkan, Aman Abdurrahman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital.

Selain itu, Aman Abdurrahman juga pernah ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Namun, sebelumnya Aman Abdurrahman pada 2003 juga ditangkap untuk kepemilikan bom Cimanggis dan dibebaskan pada 2008. Aman Abdurrahman juga berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kemudian, Aman Abdurrahman juga sempat menggunakan Masjid Al-Fataa Yakpi di Kawasan Menteng untuk dijadikan markas tempat pengajian dan mendirikan Majelis Taklim Nusantara. Selanjutnya, mereka pindah ke Masjid Islamic Center Bekasi. Tapi karena diusir warga, mereka kemudian mencari tempat lain.

loading...