Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

BANYUMAS, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan ada skenario busuk menjegal dirinya maju sebagai presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Prabowo Subianto, ada yang bikin aturan seenaknya. Bikin aturan (presidential) threshold 20 persen tapi dengan threshold yang sudah dipakai.

“Bikin aturan (presidential) threshold 20 persen tapi dengan threshold yang sudah dipakai. Coba jelaskan di negara demokrasi mana yang menggunakan sistem seperti ini,” kata Prabowo Subianto saat di hadapan ribuan warga Banyumas, Jawa Tengah, Senin 14 Mei 2018.

Semetara, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga menyorot putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi Pasal 222 UU Pemilu mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Selanjutnya, MK dalam keputusannya menyatakan ambang batas tidak bertentangan dengan UUD 45. Walaupun Pilpres dan Pileg tahun 2019 dilaksanakan serentak. Bahkan, MK berpendapat hasil Pileg 2014 tetap valid dan tidak basi untuk dijadikan patokan ambang batas pencapresan 2019 mendatang.

“Hei hakim-hakim MK, ingat kalian digaji rakyat, rakyat yang angkat kalian. Ingat sejarah kalau kalian mengkhianati rakyat, kalian akan ditinggal rakyat. Jangan mengira kalian bisa berkuasa seenaknya, Firaun saja bisa tumbang,” ucap Prabowo Subianto.

Bahkan, Prabowo Subianto juga haqul yakin rakyat Indonesia tidak akan menyerahkan bangsa ini kepada antek-antek asing yang ingin menjual negara ini.

loading...