Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat politik ekonomi Indonesia Ichsanuddin Noorsy menilai ada tujuh kriteria yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Namun, sebelumnjya sejumlah nama mulai digadang-gadang untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang akan kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hingga mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo.

Menurut Ichsanuddin Noorsy, kriteria pertama, yaitu Joko Widodo (Jokowi) harus mencari calon wakil presiden (cawapres) yang diterima oleh kalangan Islam, baik dari kalangan Islam moderat maupun dari kalangan Islam garis keras.

“Kriteria kedua harus mampu memajukan perekonomian, karena situasi perekonomian yang makin lama makin tak menentu,” kata Ichsanuddin Noorsy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 12 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Ichsanuddin Noorsy, kreteria ketiga, calon wakil presiden (cawapres) yang akan menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) harus mampu mengendalikan partai-partai politik yang ada di DPR dan bertindak sebagai negarawan.

“Sekarang sedang defisit negarawan, Jokowi harus mencari tokoh negarawan,” tegas Ichsanuddin Noorsy.

Selanjutnya, Ichsanuddin Noorsy juga menjelaskan, keempat calon wakil presiden (cawpares) yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) harus bisa merangkul kaum minoritas.

Kemudian, kreteria kelima calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) tidak boleh menjadi boneka negara manapun. “Dia tidak boleh menjadi kepentingan perpanjangan tangan negara manapun,” jelas Ichsanuddin Noorsy.

Sementara, menurut Ichsanuddin Noorsy, kriteria keenam calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) harus bisa memajukan Indonesia dari segi pendidikan guna peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Sedangkan, kreteria ketujuh dikatakan Ichsanuddin Noorsy, calon wakil presiden (cawapres) yang akan menjadi pendampng Joko Widodo (Jokowi), harus mampu mengangkat keterpurukan Indonesia dari segi sosial, ekonomi dan politik.

Selain itu, Ichsanuddin Noorsy juga mengatakan, mengenai sosok nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD atau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dinilai keduanya tidak memenuhi syarat-syarat tersebut.

“Cak Imin diterima di kalangan agama tertentu, apakah Mahfud MD diterima kalangan agama tertentu, kan enggak,” tandas Ichsanuddin Noorsy.

loading...