napi-teroris-mako-brimob
Detik-detik napi teroris menyerah di Mako Brimob. (foto: Dok. Polri)

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan ratusan teroris akan masuk Jakarta pasca kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Para teroris itu sangat profesional untuk menjalankan aksinya.

Teroris tersebut merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Aman Abdurrahman.

“Saya kira kedatangan mereka ini sangat mengancam Jakarta. Bahkan mereka ini lebih gila lagi. Mereka ini sangat beringas. Sudah lihat video-videonya penyanderaan di Mako Brimob itu kan,” kata Al Chaidar seperti dilansir dari JPNN, Sabtu, 12 Mei 2018.

Meskipun demikian, Al Chaidar meminta masyarakat tidak perlu takut menghadapi para teroris itu. Dirinya mengimbau masyarakat untuk waspada dan selalu berhati-hati.

“Mereka ini rata-rata berusia muda, di bawah 30 tahun. Selama menunggu. Begitu ada seruan, enggak ada yang bisa menghentikan. Mereka di bawah pimpinan Aman Abdurrahman,” ujar Al Chaidar.

Selain itu, Al Chaidar juga mengaku mengenal beberapa anggota dari jaringan JAD. Tetapi tidak semuanya, karena proses perekrutan di kelompok JAD begitu cepat.

“Mereka sangat terlatih, bisa merebut senjata. Seperti saya di Afghanistan dan Mindanau, mereka juga memeroleh pelatihan membunuh, memiting, menyergap. Setiap pelatihan harus selesai dulu, baru masuk ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Al Chaidar sebelumnya telah memperkirakan ada 57 orang teroris asal Jawa Barat yang akan masuk ke Jakarta pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Selanjutnya dari Jawa Tengah 106 orang, Jawa Timur ada 23 orang, Madura 6 orang dan dari sejumlah daerah lainnya. (ilfan/jpn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR