ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (foto: Antara)

JAKARTA, harianpijar.com – Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tidak seharusnya menjadi tempat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalani masa hukumannya. Ahok seharusnya dipindahkan ke Lapas Cipinang.

Pakar Hukum Pidana M Mudzakir mengatakan, sebelumnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu dipindahkan ke Mako Brimob karena alasan keamanan.

“Nah sekarang keadaan kan sebaliknya. Katanya Mako Brimob tempat yang paling aman buat Ahok, walaupun tidak tahu pasti ancamannya dari siapa, kan tidak jelas. Nah sekarang keadaan sebaliknya,” kata M Mudzakir seperti dilansir dari Republika, Jumat, 11 Mei 2018.

Lebih lanjut M Mudzakir menjelaskan, kerusuhan di Mako Brimob yang terjadi pada Selasa, 8 Mei 2018 hingga Kamis, 10 Mei 2018, menjadi bukti bahwa rutan tersebut tidak aman.

Apalagi, menurutnya, di dalam regulasi, seseorang yang sudah ditetapkan masa hukumannya atau sudah memiliki kekuatan hukum tetap seharusnya ditahan di lapas bukan rutan.

M Mudzakir mengatakan, terpidana penjara seharusnya berada di lapas agar mendapatkan pembinaan sesuai dengan hak-haknya. Tidak ada alasan lagi karena kasus Ahok sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Tidak ada alasan lagi karena dia telah memiliki kekuatan hukum, jadi tetap masuknya di lapas bukan rutan. Supaya dia punya hak sebagai binaan lapas, seperti hak remisi dan sebagainya. Kalau di rutan kan tidak ada pembinaan,” ungkapnya.

M Mudzakir menambahkan, Ahok harus segera dipindahkan ke lapas agar ke depannya tidak menimbulkan gejolak di tempat lain. Apalagi, menurutnya, dari segi fasilitas, rutan Mako Brimob memiliki fasilitas yang lebih bagus dibandingkan dengan lapas.

“Saya mengkritik itu. Kalau nanti orang menggugat, Ahok itu telah melaksanakan pidana penjara atau belum. Orang akan bisa menjawab yuridis formilnya belum, karena dia ada di rutan, bukan lapas,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ahok sudah ditahan di Mako Brimob selama setahun sejak divonis dua tahun penjara pada 2017 lalu. Sebelumnya, Ahok sempat dibawa ke Lapas Cipinang, namun dibawa kembali ke Rutan Mako Brimob karena alasan keamanan. (nuch/rep)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR