Foto Ilustrasi Bendera Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu.

JAKARTA, harianpijar.com – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa mengatakan hasil survei yang dilakukan pihaknya, memperlihatkan lima partai politik (Parpol) masuk kategori divisi bawah dengan elektabilitas berkisar 2,50 persen hingga 1,80 persen.

Menurut Ardian Sopa, penyebabnya kemungkinan karena kelima partai politik (parpol) tersebut tidak terasosiasi dengan calon presiden (capres) yang kuat jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 medatang.

Selanjutnya, kelima partai politik (parpol) tersebut,  yakni Partai Amanat Nasional (PAN) 2,50 persen, Partai NasDem 2,30 persen, Partai Perindo 2,30 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2,20 persen dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,80 persen.

Lebih lanjut, Ardian Sopa menegaskan, penyebab lain kemungkinan karena tidak ada program dari kelima partai politik (parpol) tersebut yang dikenal secara luas oleh masyarakat.

“Tapi untuk Perindo sebagai partai baru, angka 2,30 persen sudah merupakan suatu prestasi. Berbeda dengan empat partai lain yang merupakan partai lama,” tegas Ardian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta.

Sementara, juga dijelaskan Ardian Sopa, hasil survei juga menunjukkan ada enam partai politik (parpol) yang masuk kategori divisi nol koma, karena elektabilitasnya kurang dari satu persen.

Keenam partai politik (parpol) tersebut, yakni Partai Hanura 0,70 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,40 persen, Partai Garuda 0,30 persen, PKPI 0,10 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,10 persen dan Partai Berkarya 0,10 persen.

“Elektabilitas Hanura sangat rendah kemungkinan disebabkan isu perpecahan. Kemudian, tidak terdengar programnya dan tidak terasosiasi kuat dengan capres yang kuat,” jelas Ardian Sopa.

Sedangkan, dikatakan Ardian Sopa, terkait akan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai pimpinan Grace Natalie tersebut memang secara publisitas cukup, tapi terkesan melakukan blunder pada kasus Sunny Tanuwijaya dan kemungkinan ini yang menjadi penyebab PSI ditinggal responden yang merupakan pemilih antikorupsi.

loading...