Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk peristiwa kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa 8 Mei 2018 malam, yang menimbulkan korban jiwa.

“Kami mengutuk segala tindakan terorisme orang per orang, kelompok yang menentang konsensus bersama para pendiri negeri yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis 10 Mei 2018.

Menurut Helmy Faishal Zaini, pihaknya meminta setiap pihak untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang baik sebagaimana diajarkan oleh Islam.

“Islam agama yang luhur dan mulia maka harus diajarkan, didakwahkan dengan cara luhur dan mulia pula,” kata Helmy Faishal Zaini, saat menanggapi aksi kerusuhan yang dilakukan oleh narapidana teroris tersebut.

Lebih lanjut, ditegaskan Helmy Faishal Zaini, Islam adalah agama yang menolak kekerasan. Karena itu, setiap umat Islam harus turut menegakkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Ajaran agama Islam sesuai asal namanya untuk mewujudkan perdamaian.

“Kami ajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Islam dan khusus warga Nahdlatul Ulama, mari wujudkan Islam ramah bukan marah, mari tegakkan Islam mengajak bukan mengejek, Islam harus merangkul,” tegas Helmy Faishal Zaini.

Sementara, Helmy Faishal Zaini juga mengatakan, bagi keluarga korban PBNU menyampaikan ucapan bela sungkawa dan pemerintah diminta menegakkan keamanan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat.

“Kami sampaikan duka cita, bela sungkawa atas korban polisi yang gugur di medan syahid perjuangan untuk menjaga NKRI. Doa kami mereka syahid, husnul khotimah keluarga agar tabah dan sabar,” tandas Helmy Faishal Zaini.

SUMBERMediaIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR