Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan partainya (PSI-red) tidak melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal. Meskipun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut iklan PSI di salah satu media cetak nasional masuk indikasi pelanggaran kampanye.

Menurut Grace Natalie, dirinya optimistis PSI tidak akan mendapat sanksi pidana atas pemuatan ikan tersebut. “Kami optimistis, karena PSI tidak melakukan pelanggaran mbak,” kata Grace Natalie saat dikonfirmasi, Kamis 10 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Grace Natalie, dasar keyakinan PSI karena pemuatan iklan tersebut bukan dalam penyampaian visi atau misi maupun citra diri.

“Kami sudah jelaskan ke Bawaslu bahwa ini merupakan bagian dari pendidikan politik. Bahkan dari materi yang kami tampilkan tidak ada satupun wajah orang PSI disana,” tegas Grace Natalie.

Sementara, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni, iklan PSI justru memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Bahkan, dalam iklan tersebut sekalipun terdapat logo PSI, namun iklan tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk peduli kepada calon pemimpin mereka.

Menurut Raja Juli Antoni, dirinya juga yakin Bawaslu akan memahami penjelasan PSI terkait hal tersebut. “Oh ya, tentu kami siap. Cawapres dan menteri tidak ada satupun yang anggota PSI. Insyaallah aman dan Bawaslu paham dengan duduk perkaranya,” kata Raja Juli Antoni.

Sedangkan, menurut anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo, pihaknya memastikan akan memproses dugaan pelanggaran kampanye dini partai yang kedapatan beriklan di media massa tak sesuai jadwal. Bahkan, tak hanya PSI, yang proses pemeriksaannya ditangani Sentra Gakkumdu.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR