Ahok-1
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (foto: instagram/basukibtp)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperhitungkan dengan segala kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang masih berada di dalam Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, polisi memperhitungkan kemungkinan Ahok yang berada di dalam disandera oleh kelompok narapidana teroris.

“(Ahok) masih di Rutan (Mako Brimob),” kata Irjen Setyo Wasisto saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis, 10 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Setyo Wasisto, kepolisian memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok seusai terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Namun, dirinya tidak menyebutkan kondisi Ahok seusai kerusuhan yang menewaskan lima anggota Polri itu.

Bahkan, Irjen Setyo Wasisto hanya mengatakan bahwa Ahok tidak berada di blok yang memicu awal terjadinya kerusuhan kelompok narapidana terorisme tersebut.

Selanjutnya, Irjen Setyo Wasisto juga menjelaskan, situasi di Rutan Mako Brimob dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, tim negosiator telah membebaskan Brigadir Kepala Iwan Sarjana yang sebelumnya disandera setelah mengirimkan makanan kepada narapidana teroris tersebut.

Sementara diketahui, narapidana teroris sebelumnya menyandera enam anggota Brimob dan lima di antaranya telah gugur. Kelima polisi (Anggota Brimob-red) yang gugur dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob tersebut, dinataranya, Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas.