Pasukan Elite Polri (Brimob) saat sedang berjaga-jaga.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjelaskan upaya yang dilakukan petugas dalam memukul mundur narapidana terorisme yang berada di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yakni melucuti senjata yang dipegang para narapidana teroris dengan menyerang dan mengisolasi mereka.

“Dengan koordinasi yang kita lakukan, maka direncakan serbuan untuk melucuti, melumpuhkan para terorisme yang lokasinya telah kita isolasi. Kita kepung,” kata Wiranto dalam jumpa pers yang didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Komjen Budi Gunawan, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kamis 10 Mei 2018.

Menurut Wiranto, penyerbuan tersebut masih sesuai standar operasi prosedur (SOP) tingkat internasional dalam menanggulangi aksi terorisme.

“Sesuai SOP internasional, sebelum menindak, kita memberikan ultimatum bukan negosiasi. Bahwa kita akan mengambil serbuan. Mereka harus menyerah atau menerima serbuan kita. Ultimatum tentu dengan batas waktu tertentu dimana mereka harus menjawab,” ucap Wiranto.

Lebih lanjut, ditegaskan Wiranto, serbuan tersebut akhirnya membuat para narapidana teroris menyerahkan diri.

“Maka sebelum fajar mereka menyerah tanpa syarat. Tidak ada negoisiasi, kita meminta mereka keluar satu per satu,” tegas Wiranto.

Selanjutnya, Wiranto juga menjelaskan, dari 156 narapidana teroris, satu diantaranya tewas. Sedangkan, 145 orang menyerahkan diri.

“Yang 10 orang tidak menyerah, maka aparat melakukan serbuan yang direncanakan di lokasi mereka,” jelas Wiranto yang juga mantan Panglima TNI ini.

loading...