Hotman-Paris-Hutapea
Hotman Paris Hutapea. (foto: instagram/hotmanparisofficial)

JAKARTA, harianpijar.com – Setelah menangani kasus narkoba yang menjerat warga negara Australia Schapelle Leigh Corby (Schapelle Corby) pada 2005 lalu, Pangacara Hotman Paris Hutapea tidak berkeinginan lagi untuk menangani kasus narkoba. Dirinya mengaku tidak ingin lagi melayani klien yang tersangkut dengan narkoba.

“Saya pernah membela kasus narkoba terhebat di Indonesia, Schapelle Corby di Bali. Tapi waktu itu memang saya merasa hukumannya terlalu berat. Tapi sejak itu aku nggak mau lagi,” kata¬†Hotman Paris Hutapea di Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Mei 2018.

Hotman Paris Hutapea mengatakan, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya merasa kehidupannya juga sangat dekat dengan barang haram tersebut.

Apalagi, Hotman Paris Hutapea punya tiga orang anak yang sangat dekat dengan kehidupan gemerlap sosialita. Dirinya seperti khawatir bahwa ketiga buah hatinya akan turut terjebak dalam lingkaran narkoba.

“Karena saya merasa bahwa saya sibuk banget. Belum lagi Kopi Johny banyak banget. Yang kedua ngerasa feeling guilty, karena aku punya tiga anak, sama-sama sosialita di Jakarta, takutnya begitu. Jadi agak khawatir lah,” ujar Hotman Paris Hutapea.

Di sisi lain, Hotman Paris Hutapea memahami bahwa profesinya sebagai pengacara menuntutnya untuk tidak membeda-bedakan dalam menangani kasus. Namun, dirinya tetap berkeinginan untuk menutup rapat kasus narkoba dalam waktu dekat.

“Walaupun secara hukum, pengacara tidak boleh menolak perkara apa pun karena pengacara itu dibuat untuk orang bermasalah, bukan untuk pendeta. Jadi tidak salah membela apa pun, bahkan wajib menurut undang-undang. Cuma untuk narkoba entar dulu. Pikir-pikir dulu,” tandasnya. (ilfan/lip)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR